Berbagai Gejala Penyakit yang Harus Diwaspadai Lansia

Featured

Seiring bertambahnya usia, sudah seharusnya gejala penyakit apapun yang muncul, tidak boleh diremehkan. Seringkali, lansia dan anggota keluarga yang lain masih mengabaikan gejala yang muncul. Seperti pusing, demam, atau sulit tidur nyenyak di malam hari.

kesehatan lansia by SehatQ.com

Patut diwaspadai, sebab gejala penyakit yang terlihat remeh, ternyata mengindikasikan masalah kesehatan serius. Berikut ini sejumlah gejala pada lansia yang harus diwaspadai dikutip dari situs kesehatan SehatQ.

  1. Nyeri di bagian dada
    Nyeri dada hanyalah salah satu dari sekian gejala serangan jantung. Jika lansia kerap merasakan gejala seperti sulit bernapas atau sering tersengal-sengal setelah berjalan kaki, hal ini kerap menjadi gejala penyumbatan arteri ke jantung atau iskemia koroner. Berkonsultasi dengan dokter bila Anda sering sesak napas atau mengeluh sakit di bagian dada setelah beraktivitas.
  2. Pendarahan setelah menopause
    Jika terjadi pendarahan setelah menopause, beberapa kasus dapat terindikasi sebagai kanker serviks. Sehingga, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa diatasi sejak dini.
  3. Disfungsi ereksi (DE)
    DE atau impotensi umumnya melanda pria di usia lebih dari 60 tahun. Selain mengurangi kualitas hubungan seksual, DE juga dapat diwaspadai sebagai gejala kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes dan lainnya.
  4. Sembelit
    Sembelit sebaiknya tidak diabaikan. Jika melanda lansia berumur lebih dari 50 tahun, sembelit merupakan gejala kesehatan yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari para lansia. Selain itu, sembelit dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit. Misalnya tumor, polip dan masalah usus.
  5. Feses berdarah atau berwarna hitam
    Warna feses atau kotoran dapat menjadi tanda kesehatan seseorang. Bila warna feses hitam atau berdarah, kemungkinan karena pengaruh obat tertentu. Selain itu, terdapat masalah pada saluran pencernaan.
  6. Payudara bengkak atau berubah warna
    Waspada jika terdapat gejala kesehatan pada lansia seperti payudara bengkak atau ada benjolan keras yang bisa berarti penyakit kanker payudara.
  7. Sulit tidur atau depresi
    Lansia kadang mengeluh sulit tidur. Orang tua kerap menghadapi stres dan depresi karena kehilangan pasangan, anak-anak yang sudah menikah dan mandiri, atau kesepian. Lansia dapat memperoleh bantuan dari ahli kesehatan mental untuk menangani masalah gangguan tidur atau depresi. Berbagai gejala kesehatan yang umumnya terjadi pada lansia, dapat diatasi. Namun, perlu pencegahan sejak awal dan mengenali gejala kesehatan agar lebih cepat ditangani ahli medis.
    Memeriksakan Lansia ke Dokter Secara Rutin
    Dokter akan sangat terbantu jika lansia dibawa ke rumah sakit secepatnya atau saat gejala-gejala penyakit masih belum terlalu serius. Untuk itu, selalu periksakan lansia atau anggota keluarga ke dokter secara berkala. Dokter akan memberikan obat dan perawatan yang dibutuh

Gejala Purpura Trombositopenia Imun yang Perlu Dipahami

Penyakit purpura trombositopenia imun merupakan kondisi di mana sedikitnya kadar trombosit dalam darah, padahal sumsum tulang normal dan tidak memiliki penyebab trombositopenia. Penyakit ini menyebabkan tubuh mudah memar dan berdarah, karena rendahnya jumlah sel keping darah yang berada di dalam tubuh penderitanya.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa dan tidak menular, sehingga interaksi langsung dengan penderita tidak menyebabkan seseorang tertular. Sel keping darah atau trombosit merupakan sel darah yang berperan dalam proses penggumpalan darah untuk menghentikan perdarahan, ketika jumlah trombosit rendah seseorang akan mengalami memar dan pendarahan dengan mudah.

Gejala dan Penyebab

Purpura trombositopenia imun memiliki dua sindrom klinis berbeda, yakni bermanifestasi sebagai kondisi akut pada anak-anak dan kondisi kronis pada orang dewasa, penderita kerap kali mengalami memar pada kulit berwarna ungu atau purpura atau membran lendir di mulut. Memar ini muncul sebagai titik merah atau ungu dan dinamakan petekie.

Penyebab penyakit ini hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun dugaan utama adalah adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dinamanakn autoimun. Penderita penyakit ini biasanya sistem kekebalan tubuhnya menganggap sel keping darah (trombosit) sebagai benda asing yang berbahaya.

Sehingga dibentuk antibodi yang menyerang trombosit tersebut, hal inilah yang menyebabkan jumlah trombosit menurun. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat memicu munculnya penyakit ini pada seseorang di antaranya sebagai berikut ini.

  • Infeksi virus atau bakteri yang umumnya terjadi pada anak-anak, vaksinasi.
  • Paparan racun atau bahan kimia berbahaya seperti insektisida.
  • Penyakit autoimun lain seperti lupus dan pengobatan kemoterapi.

Gejala utama penyakit ini adalah munculnya rumah merah atau memar yang terjadi di berbagai bagian tubuh disertai dengan pendarahan yang sulit dihentikan saat mengalami luka. Adapula beberapa tanda dan gejala tambahan lain yang disebabkan karena penyakit ini, berikut di antaranya.

  • Rasa lelah yang berlebihan, kemudian mimisan.
  • Bercak darah pada urine atau tinja.
  • Gusi berdarah, terutama setelah menjalani perawatan gigi.
  • Perdarahan berlebih saat memasuki masa menstruasi.

Kasus yang terjadi pada anak terkadang tidak menimbulkan gejala, namun jika muncul biasanya bersifat ringan dan berlangsung selama kurang dari 6 bulan (akut). Meskipun harus dipahami jika gejala penyakit ini juga bisa berlangsung selama lebih dari enam bulan (kronis) dan sering terjadi para orang dewasa.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menilai seberapa parah penyakit yang dialami penderita dengan melihat gejala yang muncul dan jumlah trombosit. Untuk keadaan yang ringan, tidak diperlukan penanganan secara khusus, namun dokter tetap akan memantau dan melakukan pemeriksaan trombosit secara rutin guna mencegah perdarahan.

Sementara itu penderita dalam kondisi parah akan diberikan penanganan untuk menjaga jumlah trombosit agar tidak turun, sehingga tidak terjadi pendarahan. Penanganan purpura trombositopenia imun dalam kondisi parah bisa sebagai berikut ini.

  • Konsumsi obat, terdapat beberapa obat yang akan dikonsumsi pasien yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan jumlah trombosit. Seperti kortikosteroid, eltrombopag, rituximab dan intravenous immunoglobin (IVLg).
  • Operasi, apabila pasien penyandang penyakit ini sudah parah dan konsumsi obat-obatan sudah tidak efektif dalam mengatasi gejala yang muncul, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan organ limpa atau splenektomi. 

Tujuan operasi ini adalah untuk mencegah hancurnya trombosit di organ limpa, meskipun prosedur operasi ini jarang dilakukan karena berisiko infeksi. Selain itu, jika pasien mengalami perdarahan maka rentan terjadi komplikasi di saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Apakah Tanda-Tanda Hamil Bisa Diketahui 5 Hari Setelah Ovulasi?

Anda perlu tahu, zigot mungkin telah menempel di dinding rahim pada hari ke-5 setelah ovulasi. Hal ini menyebabkan beberapa wanita mungkin telah merasakan gejala hamil, meskipun hal ini tidak sepenuhnya bisa dipercaya sampai tes urin atau tes darah benar-benar dilakukan. Selain itu. setiap wanita memiliki pengalaman tanda-tanda hamil yang berbeda-beda. 

Kondisi rahim 5 hari setelah ovulasi

Pada hari-hari sekitar ovulasi atau hari ke-12 hingga 14 dalam siklus menstruasi merupakan saat dimana wanita mengalami masa subur. Jika sperma telah berhasil membuahi sel telur, maka berkembanglah zigot menjadi gumpalan sel yang disebut blastokista. Kemudian blastokista berjalan keluar saluran tuba dan menuju rahim. Pada hari ke-5 setelah ovulasi, blastokista dalam keadaan berjalan atau telah menempel di dinding rahim

Saat blastokista mencapai dinding rahim maka akan menempel untuk mendapatkan nutrisi melalui aliran darah ibu. Kondisi ini disebut juga implantasi. Janin pun berkembang setelah implantasi serta mulai muncullah tanda-tanda awal kehamilan. 

Tanda-tanda hamil awal

Gejala khusus saat hamil pada setiap wanita berbeda-beda. Akan tetapi, beberapa gejala paling awal yang mungkin terjadi antara lain:

  • Kram perut dan pendarahan ringan 

Wanita biasanya mengalami kram di awal kehamilan saat implantasi. Banyak wanita mengeluhkan hal ini pada hari ke-5 setelah ovulasi. Kram bisa terjadi di punggung bagian bawah, perut, atau panggul. 

Sekitar 25% wanita mengalami pendarahan ringan saat hari-hari kemungkinan terjadinya implantasi. Warna darah cenderung lebih terang dan encer dibandingkan darah menstruasi. 

  • Kenaikan suhu tubuh basal

Saat merencanakan kehamilan, beberapa wanita mencatat suhu tubuh di setiap fase menstruasi untuk mengindikasi terjadinya ovulasi maupun kehamilan. Suhu akan meningkat setelah ovulasi dan jika terus meningkat lebih dari biasanya selama periode waktu tertentu mungkin saja terjadi kehamilan. 

Akan tetapi, suhu tubuh basal bukan merupakan gejala khusus saat hamil. Pasalnya, gejala ini juga dipengaruhi perubahan hormon lain atau gaya hidup yang sedang Anda jalani.  

  • Nyeri payudara

Perubahan hormon dapat menyebabkan payudara bengkak, nyeri, kesemutan, atau gatal. Selain itu, puting juga lebih sensitif dibandingkan biasanya. 

  • Sakit kepala

Perubahan hormon mengakibatkan sakit kepala di awal kehamilan. Meskipun kemunculannya bervariasi, tergantung kondisi masing-masing wanita. 

  • Ngidam

Gejala ngidam dapat terjadi di kehamilan sangat awal. Biasanya wanita menginginkan makanan atau minuman tertentu dan sulit untuk menahan keinginannya. Meskipun gejala ngidam ini masih banyak yang memperdebatkan sebagai gejala hamil atau bukan. 

Waktu akurat melakukan tes kehamilan

Apabila Anda merasa mengalami gejala tersebut, uji tes kehamilan pada hari ke-5 setelah ovulasi belum bisa menunjukkan hasil akurat. 

Tes kehamilan merupakan pemeriksaan Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang diproduksi oleh plasenta. hCG akan meningkat setelah implantasi. Meskipun implantasi mungkin dapat terjadi pada hari ke-5 setelah ovulasi, namun dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengumpulkan hCG di dalam darah. Tujuannya agar hCG dapat terdeteksi melalui tes darah atau tes urin. 

Menurut American Pregnancy Association, tes darah untuk mengecek kehamilan cukup akurat dan bisa dilakukan pada hari ke-11 setelah pembuahan. Sebaiknya lakukan tes kehamilan satu hari setelah Anda terlambat menstruasi. Namun jika menstruasi Anda tidak teratur, lakukan tes kehamilan setidaknya 3 minggu setelah Anda merasa mengalami tanda-tanda hamil. Ketidakteraturan menstruasi juga meningkatkan risiko sulit hamil.

Berbagai Tanda dan Gejala Hamil yang Perlu Diketahui

Kehamilan seringkali menjadi momen yang ditunggu terutama untuk pasangan yang telah menantikan memiliki buah hati. Untuk itu, perempuan yang menunggu kehamilan biasanya akan lebih peka terhadap tanda dan gejala yang muncul. Salah satu tanda paling utama ketika seseorang hamil adalah terlambat menstruasi. Meski demikian, terdapat beberapa tanda dan gejala hamil lainnya yang sebaiknya diketahui. Beberapa tanda dan gejala hamil berikut ini bahkan dapat muncul sebelum Anda mengalami keterlambatan menstruasi. 

  1. Menjadi mudah merasa lelah

Mudah merasa lelah juga bisa menjadi tanda kehamilan, lho! Kadar hormon progesteron akan meningkat dan membuat tubuh merasa lebih cepat lelah. Penyebab lelah pada ibu hamil lainnnya yaitu peningkatan jumlah darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh. 

  1. Pusing atau sakit kepala

Gejala hamil lainnya adalah pusing atau sakit kepala. Penyebabnya adalah turunannya tekanan darah atau menyempitnya pembuluh darah. Biasanya pusing terjadi ketika usia kehamilan masih awal. 

  1. Intensitas buang air kecil meningkat

Pada malam hari, perempuan hamil akan lebih sering merasa ingin buang air kecil. Cairan tubuh yag meningkat serta pembesaran rahim yang menekan kantong kemih menyebabkan intensitas buang air kecil ketika hamil menjadi meningkat.

  1. Perubahan pada payudara

Gejala hamil lainnya dapat ditandai dengan perubahan payudara. Seseorang yang mengalami kehamilan kan memiliki puting yang lebih menonjol dan berwarna gelap. Selain itu, payudara akan terasa lebih sensitif, padat, dan kencang. 

  1. Sensitif terhadap bau tertentu

Indra penciuman juga akan terpengaruh pada masa kehamilan. Perempuan yang sedang hamil akan lebih sensitif dari segi pencuman sehingga mudah merasa mual karena aroma tertentu. Aroma yang biasanya dapat memicu mual berbeda-beda, beberapa di antarnaya yaitu makanan berbumbu, buah berbau tajam, asap rokok, atau parfum.

  1. Mual hingga muntah

Gejala hamil lainnya adalah mengalami mual serta muntah. Pada umumnya, gejala ini baru dirasakan ketika usia kehamilan memasuki 6 minggu. Akan tetapi, bisa juga mual dan muntah dirasakan sejak usia kandungan masih sangat awal. Gejala ini akan hilang sendirinya ketika memasuki usia kehamilan 12 hingga 16 minggu. 

  1. Nafsu makan menghilang

Banyak wanita hamil kehilangan nafsu makannya akibat peningkatan kadar hormon. Meski demikian, kehamilan perlu mendapat asupan nutrisi dari makanan bergizi secara cukup sehingga Anda perlu tetap mencoba makan. 

  1. Suasana hati mudah berubah

Tidak hanya menghilangkan nafsu makan, perubahan hormon juga akan memicu gejala hamil lainnya yaitu suasana hati yang mudah berubah. Sikap moody ini biasanya an menyertai ibu hamil. Selain itu, seseorang dalam masa kehamilan biasanya akan menjadi lebih emosional.  

  1. Keluar bercak darah dari vagina

Beberapa orang mungkin mengalami keluarnya bercak darah dari vagina. Bercak atau flek ini umumnya berwarna agak kecoklatan dan tidak sebanyak ketika menstruasi. Hal tersebut dapat menjadi penanda bahwa sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim menempel. 

  1. Mengalami konstipasi

Konstipasi juga bisa menjadi salah satu tanda kehamilan. Hal tersebut seringkali terjadi sebab ketika hamil akan terjadi perubahan hormon sehingga berpengaruh pada kinerja sistem pencernaan. 
Itulah berbagai gejala hamil yang sering kali muncul. Meski demikian tanda dan gejala hamil dapat berbeda pada masing-masing orang tergantung kondisi tubuh dan kehamilan yang dialami. Anda dapat melakukan tes menggunakan test pack untuk melakukan pengecekan apakah memang hamil atau tidak. Anda dinyatakan positif hamil apabila test pack menunjukkan dua garis merah. Apabila Anda ingin menanyakan lebih lanjut mengenai tanda dan gejala hamil, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Segini Batas Aman Konsumsi Makanan dengan Kalium Benzoat

Kalium benzoat merupakan pengawet yang biasanya ditambahkan pada produk makanan, kecantikan, dan produk perawatan kulit agar tahan lama. Senyawanya teruji mampu mencegah munculnya bakteri dan jamur sehingga bisa memperpanjang masa simpan. 

Meskipun aman digunakan, terdapat batas aman untuk mengonsumsi kalium benzoat. Jika berlebihan senyawa ini bisa menimbulkan efek samping dari alergi hingga peningkatan risiko kanker. Kamu wajib tahu batas aman penggunaan kalium benzoat berdasarkan aturan dari WHO dan BPOM.

Apa itu kalium benzoat?

Kalium benzoat merupakan bahan pengawet berbentuk bubuk putih yang diperoleh dengan menggabungkan asam benzoat dan garam kalium.

Asam benzoat ini biasanya ditemukan secara alami pada tumbuhan, hewan, dan produk fermentasi. Awalnya berasal dari getah kemenyan spesies pohon tertentu, namun kini sudah diproduksi dalam skala besar untuk industri. Sedangkan garam kalium biasanya didapat dari ekstrak lapisan garam atau mineral tertentu. 

Kalium benzoat sendiri sudah dijadikan bahan pengawet dalam waktu yang lama karena mampu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Untuk itu bahan ini sering ditambahkan ke dalam makanan atau kosmetik agar umur simpan lebih panjang. 

Beberapa produk makanan yang menggunakan kalium benzoat di antaranya, soda, permen, coklat, kue kering, jeli hingga vitamin. 

Apa kalium benzoat aman dikonsumsi?

Menurut Food and Drug Administration, AS, kalium benzoat secara umum aman untuk dikonsumsi dan disetujui untuk digunakan sebagai bahan pengawet serta penyedap rasa. Dengan menambahkan sedikit kalium benzoat, bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri di dalam makanan. 

Kalium benzoat juga aman dikonsumsi berdasarkan standardisasi BPOM. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan, kalium benzoat merupakan bahan pengawet yang diizinkan. 

Kalium benzoat juga merupakan pengawet pertama yang diizinkan FDA (Food and Drug Administration) yang aman digunakan dan dikonsumsi. Secara internasional, kalium benzoat terdaftar sebagai bahan aditif makanan dengan nomor identifikasi 211. 

WHO dan EFSA (European Food Safety Authority) juga mengkategorikan kalium benzoat sebagai bahan pengawet yang aman dikonsumsi. 

Aturan WHO batas aman konsumsi kalium benzoat

Meskipun aman dikonsumsi, penggunaan kalium benzoat juga ada batasannya dan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. 

WHO selaku badan PBB yang menangani masalah kesehatan memberikan batasan asupan harian untuk kalium benzoat, yakni 5 mg per kilogram berat badan seseorang. Sebagai contoh, jika berat badan seseorang adalah 60 kilogram, maka batas aman konsumsi kalium benzoat adalah 300 gram per hari. 

Meskipun masih mengonsumsi kalium benzoat di bawah batas aman, sebaiknya mulai kurangi mengonsumsi makanan dengan pengawet karena pasti banyak jenis zat aditif lain yang bisa berpengaruh pada tubuh. 

Efek samping konsumsi kalium benzoat

Meskipun aman dikonsumsi dan merupakan bahan pengawet yang diizinkan, kalium benzoat rupanya memiliki efek samping tertentu.

Ketika makanan atau minuman mengandung kalium benzoat dan terkena panas akan membentuk bahan kimia benzena. Makanan yang mengandung benzena bisa menyebabkan reaksi alergi yang parah seperti gatal-gatal. Biasanya hal ini menyerang pada orang yang rentan terhadap eksim, kulit gatal, atau gangguan hidung tersumbat. 

Beberapa penelitian menyebutkan jika anak-anak yang terpapar benzena atau senyawa yang mengandung kalium benzoat bisa memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Namun, hal ini masih terus dilakukan penelitian lebih lanjut. 

Meskipun kalium benzoat termasuk bahan pengawet yang aman dikonsumsi, namun sebaiknya mulai batasi konsumsi makanan dengan kandungan bahan pengawet agar hidup lebih sehat. 

Kapan Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Terbaik Saat Pandemi?

Jadwal pemeriksaan kehamilan di masa pandemi tentu akan berbeda. Untuk menghindari kerumunan, biasanya rumah sakit akan melakukan pembatasan, seperti berapa jumlah pasien yang diperbolehkan datang dalam sehari hingga berbagai protokol kesehatan penting lainnya.

Menurut WHO (World Health Organization) sendiri, ibu hamil termasuk ke dalam golongan orang yang memiliki risiko tinggi terkena virus corona. Untuk itu, kamu sebaiknya lebih cermat lagi saat akan melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi seperti ini. 

Namun, bukan berarti ibu hamil nggak boleh datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, tetap boleh kok. Apalagi untuk memantau perkembangan janin. Tentunya dengan memperhatikan beberapa aturan-aturan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditentukan. 

Jadwal cek kehamilan yang tepat saat pandemi

Meskipun, wanita hamil memiliki risiko yang cukup tinggi terkena virus corona, beberapa dokter menyarankan agar ibu hamil tetap melakukan pemeriksaan kehamilan dengan jadwal yang berbeda, yakni tidak sesering saat kondisi normal. Beberapa rumah sakit di Indonesia pun mulai memberlakukan aturan baru terkait jadwal pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19 ini. Berikut ini adalah waktu pemeriksaan kehamilan terbaik saat pandemi Covid-19, mulai dari usia kandungan di trimester pertama hingga trimester ketiga.

Trimester pertama

Di masa pandemi seperti ini, pada kehamilan trimester pertama, ibu hamil tidak perlu terlalu sering memeriksakan kehamilannya. Cukup memeriksakan kehamilan saat usia kandungan memasuki 11-13 minggu. Di usia kandungan 11-13 minggu, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan laboratorium  untuk mendeteksi adanya kelainan yang dialami.

Jika usia kandungan masih kurang dari 11 minggu, sebaiknya kamu tidak perlu datang ke rumah sakit dan bisa digantikan dengan melakukan konsultasi secara online saja. 

Trimester kedua

Tidak jauh berbeda dengan jadwal pada trimester pertama, pada trimester kedua ini ibu hamil juga sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan satu kali saja, saat usia kandungan 20 minggu.

Di usia kandungan 20 minggu, dokter bisa melakukan pengecekan untuk perkembangan organ-organ bayi serta mendeteksi jika terjadi perkembangan yang terhambat. Jadi, jangan sampai kamu melewatkan pemeriksaan kehamilan di usia kandungan 20 minggu, ya!

Trimester ketiga

Saat kandungan sudah masuk di trimester ketiga, ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kehamilannya secara rutin karena sudah dekat dengan hari persalinan. Berdasarkan rekomendasi, berikut jadwal pemeriksaan kehamilan pada trimester ketiga:

  • Melakukan pemeriksaan pada usia kandungan 28 minggu
  • Melakukan pemeriksaan pada usia kandungan 32 minggu
  • Melakukan pemeriksaan pada usia kandungan 36 minggu
  • Melakukan pemeriksaan kandungan setiap satu minggu sekali saat usia kandungan 37 minggu hingga persalinan tiba

Kondisi yang mengharuskan ibu hamil segera memeriksakan kehamilan di masa pandemi

Meskipun pada trimester pertama dan kedua ibu hamil hanya disarankan melakukan pemeriksaan kehamilan satu kali, bukan berarti ibu hamil abai dengan kondisi darurat. Sebaiknya ibu hamil tetap menemui dokter saat mengalami gejala-gejala yang tidak biasa, seperti:

  • Muntah-muntah ekstrim
  • Nyeri kepala yang tidak biasa
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak bisa merasakan gerakan janin
  • Terjadi pendarahan pada vagina
  • Kontraksi yang tidak biasa disertai nyeri
  • Pecah ketuban
  • Kejang

Protokol kesehatan yang harus dijalankan saat periksa kehamilan di masa pandemi

Sebagai salah satu golongan yang memiliki risiko tinggi terkena virus corona, ibu hamil harus melakukan perlindungan ekstra. WHO sendiri sudah memberikan panduan pencegahan untuk ibu hamil agar tidak terinfeksi virus corona.

  1. Ibu hamil sebaiknya sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, apalagi ketika keluar rumah untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
  2. Saat melakukan kunjungan ke dokter, jangan lupa untuk selalu menjaga jarak dengan pasien lainnya. Jika ruang antri penuh, sebaiknya kamu menunggu di luar dengan sirkulasi udara yang baik.
  3. Selalu kenakan masker. Saat berkonsultasi dengan dokter juga sebaiknya jangan mencopot maskernya. 
  4. Hindari menyentuh area mata, hidung, dan juga mulut. Saat ingin bersih, sebaiknya tutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu.

Nah, itu dia jadwal pemeriksaan kehamilan terbaik mulai dari trimester pertama hingga ketiga saat pandemi Covid-19. Tetap lakukan 3M untuk mencegah penyebaran virus corona, ya!

Manfaat dan Tujuan Sanitasi Bagi Kesehatan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sanitasi merupakan usaha untuk menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyehatkan lingkungan hidup manusia, terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air dan udara. 

Pembangunan sanitasi yang baik adalah salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan untuk lingkungan guna mendapatkan sanitasi bagi kesehatan yang baik. Pasalnya, banyak sekali penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi yang buruk. Nah, kali ini akan dibahas manfaat serta tujuan dari sanitasi yang baik untuk kesehatan serta beberapa penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi yang buruk. 

Fakta tentang sanitasi

  • Sanitasi yang tidak memadai diperkirakan dapat menyebabkan 432.000 kematian akibat diare setiap tahun dan merupakan faktor utama dalam beberapa penyakit tropis yang terabaikan, termasuk cacingan, schistosomiasis, dan trachoma. Sanitasi yang buruk juga berkontribusi pada malnutrisi. 
  • Sanitasi yang buruk mengurangi kesejahteraan manusia, perkembangan sosial dan ekonomi karena dampak seperti kecemasan, risiko kekerasan seksual, dan hilangnya kesempatan pendidikan. 
  • Sanitasi yang buruk terkait dengan penularan penyakit seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tifus dan polio serta memperburuk stunting.
  • Lahan pertanian di daerah pinggiiran kota yang di airi oleh air limbah perkotaan yang sebagian besar tidak diolah diperkirakan seluas sekitar 36 juta Ha. 
  • Sekitar 2,0 miliar orang masiih belum memiliki fasilitas sanitasi dasar seperti toilet atau jamban.

Sanitasi bagi kesehatan

Disekitar 827 ribu orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal akibat air, sanitasi yang buruk dan kebersihan yang tidak memadai setiap tahunnya. Diare menjadi salah satu pembunuh utama tetapi sebagian besar dapat dicegah. Air, sanitasi bagi kesehatan, dan kebersihan yang lebih baik dapat mencegah kematian 297 ribu anak di bawah usia 5 tahun. Jadi, begitu pentingnya sanitasi bagi kesehatan. 

Manfaat meningkatkan sanitasi 

Manfaat sanitasi yang lebih baik tidak hanya mengurangi risiko diare. Hal ini meliputi:

  • Mengurangi penyebaran cacing usus, schistosomiasis, dan trachoma, yang merupakan penyakit tropis terabaikan yang menyebabkan penderitaan jutaan orang. 
  • Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi.
  • Mempromosikan martabat dan meningkatkan keselamatan, terutama di kalangan wanita dan anak perempuan.
  • Mempromosikan kehadiran di sekolah: kehadiran anak perempuan di sekolah terutama di dorong oleh penyediaan fasilitas sanitasi yang terpisah.
  • Potensi pemulihan air, energi terbarukan dan nutrisi dari limbah feses. 

Penyakit akibat sanitasi yang buruk

Sanitasi bagi kesehatan tentu sangat penting, dan berikut berbagai penyakit karena sanitasi yang buruk. 

Berdasarkan sumber penyakit

Bakteri

  • Kolera, adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri vibrio cholera
  • Demam tifoid (typhoid fever), adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi, ditandai dengan demam insidious yang berlangsung lama dan kambuhan. 
  • Diare, adalah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme termasuk bakteri, virus dan parasite lainnya seperti jamur, cacing dan protozoa. Bakteri penyebab diare yang sering menyerang adalah bakteri entero pathogenic Escherichia coli (EPEC). 
  • Disentri, adalah diare berdarah yang disebabkan oleh shigella

Virus 

  • Hepatitis A, adalah penyakit yang ditandai dnegan demam, malaise, anoreksia, nausea, dan gangguan abdominal serta diikuti munculnya ikterik beberapa hari. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A kelompok hepatovirus family picornaviridae
  • Hepatitis E,  adalah penyakit yang secara gejala klinis mirip dengan hepatitis A, yang disebabkan oleh virus hepaitis E family caliciviridae.
  • Gastroenteritis, adalah penyakit yang ditandai dengan demam, muntah, dan buang air besar cair, disebabkan oleh rotavirus dan sering menyerang anak-anak. 

Parasit

  1. Cacing 
  • Ascariasis, adalah penyakit yang disebabkan oleh ascaris lumbricoides dengan sedikit gejala bahkan tanpa gejala sama sekali. Cacing yang keluar bersama kotoran adalah sebagai tanda awal adanya infeksi. 
  • Hookworms, atau penyakit cacing tambang adalah infeksi parasite kronis yang muncul dengan berbagai gejala, gejala terbanyak adalah anemia. Penyakit ini disebabkan oleh necator americanus atau ancylostoma duodenale
  • Schistosomiasis, adalah infeksi oleh cacing trematoda yang hidup pada pembuluh darah vena. Penyebab penyakit ini adalah schistisoma mansoni
  1. Protozoa

Giardiasis adalah infeksi protozoa pda usus halus bagian atas yang disebabkan oleh giardia intestinalis.

  1. Jenis lain
  • Scabies, adalah parasite pada kulit yang disebabkan oleh sarcoptes scabiei sejenis kutu.  
  • Trachoma, adalah conjunctivitis yang disebabkan oleh infeksi chlamydia trachomatis, yang disebarkan oleh Musca sorbens sejenis lalat. 

Jadi, begitu pentingnya sanitasi bagi kesehatan supaya kita semua terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan untuk tetap terawatt dan bersih serta menyediakan sanitasi yang memadai untuk kepentingan lingkungan itu sendiri. 

Bagaimana Cara Mencegah Kutu Kemaluan agar tidak Datang Lagi?

Kutu kemaluan merupakan parasit yang ditemukan di sekitar alat kelamin, bahkan bisa berpindah ke area tubuh lainnya yang sama-sama memiliki rambut dengan tekstur kasar. Infeksi kutu kemaluan ditemukan di semua jenis ras, kelompok etnis, dan lapisan masyarakat. Seseorang tertular melalui penderita lain yang tidak menjaga hygienitas dengan baik. 

Apakah Anda terbukti mempunyai kutu kemaluan?

Penderita positif terjangkit kutu kemaluan jika melihat keberadaan hewan kecil atau telurnya di sekitar alat kelamin. Telur kutu biasanya menempel di pangkal rambut kemaluan. Jika Anda sulit menemukanya karena berukuran sangat kecil, gunakan kaca pembesar atau periksakan diri ke dokter secara langsung. Anda patut khawatir jika mengalami tanda dan gejala berikut ini:

  • Demam ringan
  • Mudah marah
  • Lemas dan kekurangan energi
  • Bintik-bintik biru di sekitar kemaluan
  • Gatal-gatal

Kutu kemaluan biasanya berwarna abu-abu dan berubah menjadi gelap setelah menghisap darah. Ukuran kutu kemaluan lebih kecil daripada kutu rambut kepala. Sementara telur kutu juga berbentuk kecil dan berwarna putih. 

Cara pencegahan

Secara umum, penularan kutu kemaluan dilakukan melalui kontak seksual. Kutu menular jika alat kelamin atau rambut kemaluan saling bergesekan atau melalui baju, selimut, dan sprei namun kejadian tersebut sangat jarang. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah dan mengontrol penyebaran kutu kemaluan:

  • Semua kontak seksual penderita terinfeksi harus dilacak dan diperiksa. Jika terbukti terkena kutu kemaluan maka lakukan perawatan dan pengobatan secepatnya
  • Hindari kontak seksual antara penderita dan pasangan sampai keduanya benar-benar dinyatakan terbebas dari kutu kemaluan
  • Pakaian dan peralatan tidur direndam dalam air panas dengan suhu minimal 130 derajat Celsius dan gunakan pengaturan pengeringan panas di dalam mesin cuci. Untuk pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci, bungkus ke dalam wadah plastik dan diamkan selama 2 minggu terlebih dahulu
  • Hindari penggunaan pakaian, sprei, baju, dan handuk penderita terinfeksi secara bersamaan
  • Jangan gunakan semprotan kutu karena tidak akan menghilangkan telur kutu bahkan justru berbahaya jika dihirup dan akan menyebabkan infeksi kulit

Seseorang yang menderita kutu kemaluan sebaiknya melakukan pemeriksaan terkait Penyakit Menular Seks (PMS) lainnya. Gunakan kondom saat berhubungan seksual. Cara tersebut dinilai paling aman agar terhindar dar berbagai PMS, meskipun kondom tidak melindungi Anda dari serangan kutu kemaluan. Melakukan cek organ intim secara teratur perlu dilakukan terlebih jika Anda merupakan pelaku seksual aktif. 

Kutu kemaluan dapat menyebar 

Kutu kemaluan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, terutama yang memiliki bulu kasar, seperti:

  • Tangan
  • Dada
  • Ketiak
  • Kumis atau jenggot
  • Alis dan bulu mata, biasanya pada anak-anak

Anak-anak usia 3-10 tahun lebih rawan terkena kutu daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan kesadaran hygienitas anak-anak masih rendah. Berikut ini saran yang dianjurkan bagi anak-anak agar terhindar dari kutu secara umum:

  • Keramas minimal 2 kali seminggu dan mandi minimal 2 kali sehari
  • Berendam jika badan sangat kotor
  • Bilas dan mandi setelah berenang atau bermain di luar rumah
  • Gunakan sampo dan sabun dengan busa melimpah atau handuk mandi dengan karakter kartun yang disukai 

Jangan lupa membersihkan peralatan rumah seperti mainan anak dan perlengkapan sekolahnya. Pastikan seluruh anggota keluarga Anda di rumah terbebas dari kutu sehingga kesehatan dan produktivitas berjalan lancar.

Cara Mengetahui Berat Badan Ideal Pria, Perhatikan Juga Lingkar Perut

Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan atau bahkan kurus memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan mereka dengan berat badan normal. Tak hanya wanita, body image juga memengaruhi kesehatan mental pria. Untuk mengetahui berat badan ideal pria, diperlukan cara megatahui standar yang telah ditetapkan. Terdapat dua perhitungan untuk menentukan berat badan ideal pria, keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain berat badan, lingkar perut ternyata juga berdampak pada masalah kesehatan. 

Bagaimana cara menghitung IMT?

IMT atau Indeks Massa Tubuh menjadi acuan apakah seseorang memiliki berat badan kurus, normal, overweight, atau obesitas. Cara perhitungannya pun tergolong cukup mudah, cukup memasukkan tinggi dan berat badan Anda ke dalam rumus. Berikut ini rumus perhitungan IMT:

Indeks Massa Tubuh (IMT) = berat badan (dalam kg) / tinggi badan (dalam m)2

Berikut ini klasifikasi IMT berdasarkan Kemenkes RI

Kurus berat : < 17,0

Kurus ringan : 17,0 – 18,4

Normal : 18,5 – 25,0

Gemuk ringan: 25,1 – 27,0

Gemuk berat : > 27

Beberapa sumber juga telah menyediakan kalkulator IMT online sehingga perhitungan IMT semakin mudah. Akan tetapi, IMT tidak dapat digunakan oleh atlet olahraga tertentu, seperti  binaragawan, ibu hamil, anak-anak, dan lansia. 

Pasalnya, IMT tidak bisa mencerminkan lemak tubuh atlet, khususnya bagi atlet yang mengutamakan pembentukan otot. IMT yang tinggi pada atlet tidak menentukan besarnya massa lemak tubuh, melainkan kemungkinan akumulasi massa ototnya. 

Anak-anak berusia di bawah 18 tahun biasanya juga tidak memakai perhitungan IMT tersebut. Rumus khusus yang digunakan mengacu pada perhitungan IMT/U. 

Rumus cepat

Terdapat pengukuran berat badan ideal pria yang lebih populer dan sederhana. Rumus cepat ini ditemukan oleh Pierre Paul Broca pada tahun 1871 sehingga disebut rumus Broca. Berbeda dengan perhitungan IMT sebelumnya, rumus cepat ini dibedakan antara pria dan wanita. Berikut pengukuran berat badan ideal pria menggunakan rumus Broca:

Broca (pria)= (tinggi badan – 100) – (10% x (tinggi badan – 100))

Hasilnya akan menunjukkan berat badan ideal Anda. Akan tetapi, rumus ini dianggap kurang akurat dibandingkan dengan perhitungan IMT yang memiliki berbagai klasifikasi, meskipun cenderung lebih mudah perhitungannya. 

Bagaimana cara menghitung lingkar perut pria?

Ukuran lingkar perut dapat menjadi indikator kadar lemak bagian perut. Lemak bisa menumpuk di bawah lapisan perut atau disebut juga lemak subkutan, ada pula yang membalut bagian dalam organ perut atau  lemak viseral. Berikut ini cara mengukur lingkat perut:

  • Berdiri dan singkap baju di bagian perut 
  • Lingkarkan pita ukur tepat di atas tulang pinggul 
  • Pastikan pita ukur tidak longgar atau terlalu ketat
  • Buang napas perlahan dan jangan mengempiskan perut
  • Lihat angka yang ditunjukkan pita ukur
  • Ulang 3 kali untuk hasil akurat

Apabila lingkar perut pria melebihi 102 cm maka menunjukkan lemak perut yang cukup tinggi serta berisiko mengalami masalah kesehatan serius, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kesulitan tidur, serta hipertensi. Beberapa hal yang memengaruhi penumpukan lemak di perut antara lain kalori yang dikonsumsi, kalori yang hilang saat olahraga dan aktivitas fisik, serta umur. 

Lakukan olahraga dan diet makanan sehat secara rutin. Beberapa kasus yang tergolong parah membutuhkan operasi untuk mengurangi lemak di perut. Konsultasikan ke ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6 Tanda Anda Harus Mengunjungi Dokter Urologi

Dokter urologi adalah dokter spesialis yang akan menangani beberapa kondisi kesehatan yang berhubungan dengan sistem atau seputaran saluran kemih, seperti kandung kemih itu sendiri, ginjal, kelenjar adrenal, dan saluran kemih. 

Tidak hanya itu, biasanya dokter spesialis urologi akan menangani masalah kesehatan pada organ reproduksi pria, seperti penis, testis, dan kelenjar prostat. Nah, bagi Anda yang mengalami beberapa kondisi kesehatan berikut, disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis urologi. Apa sajakah itu? 

Kapan Anda harus mengungjungi dokter urologi?

Seorang ahli urologi adalah dokter spesialis yang dapat membantu mengatasi masalah kandung kemih dan nyeri panggul pada pria dan wanita, serta disfungsi seksual dan infertilitas pada pria. Jadi, kalau Anda mengalami beberapa gejala tersebut ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter urologi. Beberapa keadaan meliputi:

  1. Mengalami infeksi saluran kemih yang tak kunjung sembuh

Jika Anda mengalami rasa terbakar, nyeri, dan sering buang air kecil yang tidak membaik dengan antibiotik, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda menderita Interstitial Cystittis (IC), yang juga dikenal sebagai infeksi saluran kemih (ISK). 

Seorang dokter urologi akan menguji urin Anda dan memeriksa kandung kemih dengan cystoscope untuk membuat diagnosis. IC dapat diobati dengan obat anti inflamasi dan juga dapat dicegah dengan menghindari pemicu tertentu, biasanya pemicunya adalah alkohol, makanan pedas, kafein dan cokelat. 

  1. Buang air kecil terus menerus

Ahli urologi memeriksa pria maupun wanita untuk mengelola gejala kandung kemih yang terlalu aktif atau Overactive Bladder (OAB) dan inkontinensia urin. Jika OAB, maka dapat diatasi dengan merubah gaya hidup, obat-obatan dan perawatan bedah dapat membantu mengendalikan gejala. 

  1. Disfungsi ereksi

Penting untuk menemui dokter urologi jika Anda mengalami disfungsi ereksi karena hal tersebut bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih besar. Setiap kali seorang pria menyadari bahwa di mulai mengalami masalah dengan ereksi, dokter biasanya akan membicarakan tentang penyakit yang bisa menjadi pencetusnya, seperti pembuluh darah, hipertensi, gagal ginjal, dan beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi ereksi dan keintiman. 

  1. Nyeri panggul 

Nyeri di daerah panggul memiliki banyak sekali penyebab, antara lain IC, radang prostat, infeksi prostat, kanker kandung kemih, dan kanker ginjal. Ahli urologi dapat membantu mendiagnosis penyebabnya dan memberikan pengobatan lebih lanjut terkait masalah yang Anda alami.

  1. Nyeri atau ada benjolan di testis

Jika Anda mengalami nyeri di testis yang tidak kunjung hilang dalam dua minggu, maka ada baiknya untuk segera menemui dokter urologi. Ada kemungkinan kanker testis, tetapu jika terdeteksi secara dini, kanker yang terdapat di testis adalah salah satu bentuk yang paling dapat disembuhkan. Massa atau benjolan di testis juga bisa menandakan kanker testis dan harus segera diperiksa oleh dokter spesialis urologi. 

Selain beberapa masalah di atas, ada gejala lain yang mungkin mengharuskan Anda untuk mengunjungi dokter urologi, beberapa di antaranya:

  • Peningkatan atau perubahan level Prostate Specific Antigen (PSA)
  • Darah di urin
  • Pemeriksaan prostat abnormal, kemungkinan kelainan bisa dari kanker prostat
  • Kelainan ginjal
  • Infertilitas pria

Jangan abaikan gejala ini!

Pria tidak boleh mengabaikan salah satu gejala berikut, segera buat janji untuk dokter urologi.

  • Sakit perut bagian bawah
  • Sebuah massa testis
  • Kesulitan buang air kecil
  • Keinginan seksusal yang menurun
  • Infertilitas

Jadi, jika Anda mengalami gejala atau tanda-tanda di atas, maka ada baiknya untuk segera mengujungi urologi. Semakin cepat masalah tersebut di atasi, maka rasa sakit atau gejala yang ada akan semakin mudah diatasi.

Apa Posisi Tidur Ibu Hamil yang Terbaik?

Posisi tidur ibu hamil sering kali dianggap sepele bagi sebagian orang, padahal posisi tidur sering kali menjadi masalah bagi ibu hamil. Pasalnya, ibu hamil sering kali mengalami kurang tidur bahkan sebelum bayi Anda lahir. 

Kehamilan dapat membawa perubahan seperti peningkatan buang air kecil, payudara tidak nyaman, nyeri punggung, mulas, dan insomnia kuno yang semuanya dapat mengganggu tidur. Oleh karena itulah Anda perlu menemukan posisi tidur yang nyaman selama kehamilan. Berikut beberapa saran untuk mendapatkan tidur yang nyenyak selama kehamilan. 

Posisi tidur ibu hamil yang terbaik selama kehamilan

  • Tidur miring 

Menurut National Sleep Foundation, posisi tidur terbaik bagi wanita hamil adalah berbaring miring ke kiri atau ke kanan secara bergantian. Tidur miring ke kiri memungkinkan oksigen dan nutrisi yang optimal mengalir ke bayi, dan cenderung lebih nyaman bagi ibu. 

NSF juga menjelaskan bahwa tidur miring ke kiri dapat membantu memastikan bahwa Anda tidak memberikan tekanan berlebihan pada hati Anda. Ini juga dapat meningkatkan kesehatan ginjal, yang membantu mengurangi pembengkakan di tangan dan kaki Anda. Posisi tidur lain yang dapat Anda coba selama kehamilan termasuk tidur miring ke kanan atau terutama jika Anda mengalami mulas, tidur dalam posisi setengah bersandar. 

Selain itu, banyak wanita menemukan posisi tidur terbaik selama kehamilan bermuara pada menemukan bantal kehamilan yang sempurna untuk mereka tidur sepanjang malam. Bantal kehamilan yang baik dapat membantu menopang perut yang membesar, punggung, dan kaki Anda serta membuat Anda tidur menyamping dan lebih nyaman. 

Anda bisa mendapatkan efek serupa dengan menyangga diri di atas bantal biasa, tetapi dalam banyak kasus, bantal kehamilan akan memabntu Anda merasa lebih nyaman. 

  • Tidur terlentang 

Anda dapat tidur terlentang pada saat usia kehamilan 15 dan 20 minggu. Pada usia tersebut rahim mulai menjadi cukup besar untuk mengganggu aliran darah saat Anda tidur terlentang. Ini dapat menekan vena cava inferior (IVC), vena besar yang berjalan di sisi kanan kolom vertebrata Anda dan membawa darah teroksigenasi dari tubuh bagian bawah dan tengah ke jantung. 

Tidur kembali juga dapat menyempitkan aorta, menghalangi suplai darah utama ke tubuh dan plasenta. Akibatnya, tidur terlentang dapat menurunkan kembalinya darah ke jantung, sehingga ibu mungkin akan terbangun dengan sesak napas atau jantungnya berdebar kencang. 

  • Tidur tengkurap

Tidur tengkurap boleh saja dilakukan di awal kehamilan, tetapi cepat atau lambat Anda harus membalikkan badan. Secara umum, tidak apa-apa sampai perut belum membesar, yaitu antara 16-18 minggu tergantung seberapa besar ukuran perut dan seberapa cepat. 

Namun, jika perut semakin membesar meskipun masih di bawah usia 16 minggu, Anda tidak disarankan untuk tidur pada posisi tengkurap. 

Apakah ada hubungan antara lahir mati dan posisi tidur?

Menurut sebuah studi tahun 2017, para peneliti dari University of Auckland menemukan bahwa wanita yang tidur terlentang selama trimester ketiga mungkin juga memberikan tekanan yang tidak semestinya pada janin mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko lahir mati. 

Sebuah studi tahun 2011 yang melibatkan 500 wanita hamil juga menunjukkan bahwa tidur dengan posisi terlentang dapat meningkatkan risiko lahir mati terlambat, meskipun komplikasi kehamilan lain mungkin mempengaruhi hasil ini. 

Jadi, posisi tidur uibu hamil dapat menjadi salah satu risiko komplikasi kehamilan atau risiko lahir mati. Meskipun beberapa hal lain dapat mempengaruhi hal tersebut. Jadi, untuk lebih jelas Anda dapat mengonsultasikan hal tersebut pada dokter kandungan Anda, apakah posisi tidur yang baik untuk kehamilan Anda.