Abrasi gigi merupakan salah satu penyebab kondisi rusaknya jaringan keras pada gigi. Ketika terjadi abrasi gigi, maka gigi yang mengalaminya tidak dapat kembali seperti semula. Abrasi gigi terjadi akibat adanya kontak secara berulang dari benda asing atau zat pada gigi.

Salah satu benda yang dapat menyebabkan abrasi gigi adalah sikat gigi. Penggunaan sikat gigi yang salah dalam menggosok gigi bisa menjadi penyebab terjadinya abrasi gigi.
Menyikat gigi dengan benar akan mencegah abrasi gigi
Untuk menghindari cara menyikat gigi yang salah, berikut langkah-langkah menyikat gigi dengan benar.
- Letakan sikat gigi dengan sudut 45o terhadap gusi
- Secara lembut gerakan sikat gigi ke belakang dan ke depan
- Bersihkan bagian luar, dalam, dan bagian gigi yang digunakan untuk mengunyah
- Untuk membersihkan bagian dalam gigi depan, gerakan sikat gigi secara vertikal ke atas dan ke bawah secara lembut
- Terakhir, sikat lidah dari arah belakang ke depan untuk membersihkan lidah dari bakteri yang ada
- Gunakan benang gigi/ dental floss untuk membersihkan sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi
Selain cara menyikat gigi, kondisi sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan juga harus diperhatikan, seperti
- Mengganti sikat gigi secara berkala
Ganti sikat gigi Anda secara berkala setiap 3-4 bulan sekali. Bulu sikat pada sikat gigi pada umumnya kan rusak dan tidak dapat membersihkan gigi Anda dengan maksimal.
- Gunakan sikat gigi yang tepat
Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang halus. Sesuaikan ukuran sikat gigi agar sikat gigi dapat menjangkau gigi yang paling dalam.
- Sesuaikan pasta gigi dengan kondisi gigi
Gunakan pasta gigi dengan kandungan Fluoride di dalamnya. Untuk Anda yang memiliki gigi sensitif, pastikan Anda menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif yang sudah banyak beredar di toko-toko yang ada.
Tentu saja Anda tidak mau membatasi senyuman Anda ketika bertemu seseorang atau saat berpose di kamera bukan? Jaga kondisi gigi Anda agar tetap percaya diri ketika tersenyum dan menampilkan gigi Anda.
