Ibu mungkin merasa was-was ketika menemukan mata dan kulit bayi menjadi kuning di awal-awal kelahirannya. Tidak sedikit juga orang yang mungkin akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui karena air susu ibu (ASI) dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat bayi kuning

Pertama-tama, penting untuk diketahui bahwa kondisi kuning pada bayi mayoritas adalah kondisi yang normal ya, Bu. Hal ini disebabkan adanya kadar bilirubin yang tinggi dalam darah bayi.
Bilirubin adalah pigmen berwarna kuning yang merupakan hasil dari pemecahan sel darah merah. Pada bayi, kadar bilirubin yang normal adalah di bawah 15. Jika bilirubin berkisar antara 15-20 mg/dl atau lebih, segera periksakan bayi ke dokter.
Kuning pada bayi bisa disebabkan oleh adanya masalah kesehatan, tapi bisa juga berhubungan dengan ASI yang diterimanya. Dua kondisi bayi kuning yang berkaitan dengan menyusui adalah breastfeeding jaundice dan breastmilk jaundice.
Apa itu breastfeeding jaundice?
Breastfeeding jaundice adalah kondisi bayi kuning yang disebabkan kurangnya asupan ASI yang diterima oleh bayi. ASI berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus pada bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin lewat feses atau urin bayi.
Saat bayi tidak menerima cukup ASI, maka bilirubin akan menumpuk di dalam tubuh dan terserap kembali dalam sirkulasi darah. Kondisi ini biasanya terjadi 3-4 hari setelah bayi lahir dan akan hilang jika bayi terus disusui dengan ASI yang cukup.
Bagaimana dengan breastmilk jaundice?
Ketika bayi minum cukup ASI, berat badan bagus, sering buang air kecil, feses berwarna kuning, terlihat aktif, lincah, responsif, tapi justru menguning saat usianya mencapai 7 hingga 21 hari, mungkin bayi ibu terkena breastmilk jaundice. Kondisi ini bisa berlangsung hingga usia bayi mencapai 2 atau 3 bulan.
Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab breastmilk jaundice ini, tapi kalangan medis mencurigai kandungan Beta Glucuronidase pada ASI adalah penyebabnya. Zat tersebut disebut bisa menurunkan kemampuan liver bayi untuk mengatasi kadar bilirubin dalam tubuh.
Tetapi tidak perlu panik ya, Bu. Sama seperti breastfeeding jaundice, breastmilk jaundice ini juga normal terjadi pada bayi kok. Ibu juga tidak perlu berhenti meng-ASI-hi bayi, bahkan sangat dianjurkan untuk terus menyusui secara langsung.
Intinya, bayi kuning tetap harus mendapat asupan ASI yang cukup. Pastikan ia menerima ASI 8-12 kali sehari dan perlekatan mulut bayi benar saat menyusui agar ia dapat mengisap ASI dengan optimal.
Bila ibu mengalami masalah menyusui, segera konsultasikan dengan konselor laktasi terdekat.
