Kenali Daur Hidup Cacing Pita, untuk Hindari Infeksinya

Tidak seperti infeksi cacing pada umumnya yang terjadi pada anak-anak, infeksi cacing pita dapat menyerang siapa saja termasuk orang dewasa. Untuk dapat mencegah infeksi cacing pita kita harus mengetauhi bagaimana cacing pita itu ditularkan serta mengetauhi siklus hidup cacing pita tersebut. Yuk, simak artikel di bawah ini untuk dapat mencegah infeksi cacing pita.

Daur Hidup Cacing Pipa
Daur Hidup Cacing Pipa

Seperti Ini Ternyata, Daur Hidup Cacing Pita

Cacing pita (tapeworm) merupakan parasit yang dapat hidup di tumbuhan atau binatang berbentuk pipih. Namun, pada umumnya cacing pita hidup di dalam usus binatang ternak, seperti sapi atau babi.

Didapatkan enam jenis cacing pita yang dapat menyebabkan tapeworm infection. Taenia saginanta merupakan infeksi cacing pita yang berasal dari sapi, Taenia solium merupakan infeksi cacing pita yang berasal dari babi, dan Diphyllobothrium latum merupakan infeksi cacing pita yang ditularkan oleh ikan.

Seringkali infeksi cacing pita tidak menimbulkan gejala, pasien hanya merasakan gerakan cacing pita di dalam perut atau tidak sengaja menemukan cacing pita di dalam tinja. Gejala yang mungkin dapat dirasakan pada infeksi cacing pita adalah diare, nyeri perut, lapar, menurunnya nafsu makan, mual, dan kekurangan vitamin dan mineral.

Bagaimana infeksi cacing pita bisa terjadi?

Telur dan larva cacing pita yang dikeluarkan orang yang terinfeksi dapat bertahan hingga berhari-hari hingga beberapa bulan dan mengkontaminasi air atau makanan hewan. Apabila hewan menelan telur dan larva secara tidak sengaja, cacing dapat menetas dan berpindah ke otot hewan dan menimbulkan kista. Kista ini secara tidak sengaja dikonsumsi manusia apabila memakan daging yang masih mentah atau tidak matang.

Apakah infeksi cacing pita berbahaya?

Meskipun nampak ringan, sebenarnya terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan infeksi cacing pita menjadi sangat berbahaya. Infeksi cacing pita dapat menghalangi makanan yang masuk ke usus dan menyebabkan beberapa komplikasi.

Komplikasi infeksi cacing pita yang berasal dari babi dapat merusak mata, jantung, otak, dan hati. Hal ini disebabkan larva cacing pita dapat berpindah ke organ tubuh bagian lain.

Terdapat suatu kondisi di mana terjadi perpindahan larva dari sistem pencernaan ke bagian tubuh lain yang menimbulkan kista atau luka yang disebut sebagai cysitcercosis. Apabila kista atau luka terjadi di daerah saraf atau otak maka penderita dapat mengalami masalah seperti gangguan penglihatan, kejang, kebingungan, meningitis, dan nyeri kepala. Untuk mencegah infeksi cacing pita kamu dapat menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan dan memasak. Selalu masak sayuran dan daging hingga matang dan apabila ingin menyimpan daging, simpan daging di dalam lemari pembeku selama tujuh sampai 10 hari pada suhu -35°C untuk dapat membunuh telur dan larva cacing pita.