Diabetes merupakan salah satu penyakit yang akan mengidap di tubuh manusia seumur hidup. Diabetes sendiri sangat erat kaitnnya dengan hormon insulin sehingga berujung pada kadar gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi. Namun, sekitar 80 oersen kasus diabetes ini bisa dicegah dengan melakukan tes kesahatan untuk deteksi sedini mungkin.
Namun, pada dasarnya hanya sedikit orang yang tahu bahwa dirinya terkena diabetes. Bahkan berdasarkan data dari WHO, terdapat 415 juta orang yang terkena diabetes di seluruh dunia pada 2015. Angka tersebut diprediksi akan bertambah hingga menjadi 642 juta pada 2040 mendatang.
Adapun gejala dari diabetes di antaranya ialah nafsu makan meningkat namun berat badan menurun berangsur-angsur, intensitas buang air kecil meningkat, sering merasa kesemutan atau mati rasa, penglihatan menurun, mudah terluka dan luka tersebut susah mengering atau sembuh, serta terjadi infeksi jamur yang biasa di mulut.
Selain itu, diabetes juga bisa diterapi dengan beberapa bahan alami. Hal itu terjadi karena kepercayaan dari nenek moyang kita yang menyebutkan untuk melawan yang manis harus diberi yang pahit-pahit. Apalagi dulu, nenek moyang tidak mengenal istilah diabetes, tahunya hanya kencing manis. Maka dari itu, untuk melawan kencing manis, orang-orang diharuskan mengonsumsi yang pahit-pahit.
Berikut ini beberapa contoh bahan alami atau tanaman yang dipercaya bisa membantu terapi pada pasien diabetes.
1. Sambiloto
Daun sambiloto memiliki kandungan senyawa aktif yaitu berupa flavanoid yang mengandung antioksidan sehingga dapat mengikat radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Selain itu, ada juga kandungan andrografolid yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah pada tikus dengan diabetes melitus.
Sebelumnya, hasil penelitian dari National Univerisity of Singapore, melaporkan bahwa ekstrak sambiloto bisa menurunkan kadar glukosa darah pada tikus dengan diabetes melitus tipe 1 secara paten.
2. Pare
Momordica Charantia alias pare ternyata bisa dimanfaatkan sebagai antidiabetes dan agen antihiperglikemik. Maksudnya ialah kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak glukosa dalam darah. Ekstrak daging buah, biji, dapat bahkan daun dari pare ini terbukti memiliki efek hipoglikemik dalam berbagai model hewan coba. Maka dari itu, usahakan untuk sering memakan pare walaupun terkenal dengan kepahitannya.
3. Lidah buaya
Lidah buaya biasanya disebut sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang bisa diobati menggunakan lidah buaya ialah diabetes. Faktanya, dalam lidah buaya juga ditemukan efek hipoglikemik pada tikus dengan diabetes. Lidah buaya juga diketahui memiliki antivitas antiinflamasi dan dapat meningkatkan penyembuhan luka pada tikus dengan diabetes, tergantung pada dosis yang diberikan.
4. Daun salam
Daun salam alias Eugenia polyatha Wight merupakan tumbuhan liar yang biasanya tumbuh di hutan, pegunungan, bahkan di pekarangan rumah. Ada banyak kandungan dari daun salam di antaranya ialah minyak atsiri yang mengandung sitral, eugenol, tannin dan flavanoid.
Pernah ada penelitian yang dilakukan pada kelinci mengenai kandungan salam untuk menurunkan gula dalam darah. Laporan itu menyebutkan, infus daun salam sebesar 175 mg/kg berat badan kelinci ternyata bisa menurunkan kadar glukosa yang terkandung di darah kelinci.
5. Brotowali
Penelitian yang dilakukan oleh Noor et al, di Malaysua, menyebutkan bahwa brotowali bisa digunakan sebagai obat alternatif diabetes melitus tipe 2. Dari laporan tersebut disebutkan bahwa ada efek hipoglikemik dari brotowali sehingga bisa menaikkan kadar insulin pada hewan percobaan yang diberi brotowali.
Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk membantu terapi diabetes. Dengan mengetahui beberapa bahan alami tersebut, setidaknya kamu bisa memanfaatkan dengan bijak. Namun jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai melakukan terapi dengan bahan-bahan yang sudah disebutkan di atas.
