5 Produk Perangkat Rumah untuk Mempermudah Aktivitas Lansia

Apakah anda memiliki orang tercinta atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia? Bagi para lansia yang lebih memilih tinggal sendiri ataupun dengan keluarga, mereka membutuhkan perangkat rumah yang dirancang khusus untuk keselamatan mereka. Dengan adanya perangkat rumah ini, kegiatan sehari-hari mereka lebih mudah dan aman. Perangkat rumah ini tidak harus mahal, asalkan berkualitas dan tahan pakai. Berikut adalah 5 perangkat rumah yang mempermudah aktivitas lansia, yang bisa menjadi pilihan Anda.

Aktivitas Lansia
  1. Perlengkapan mandi
    Pastikan keselamatan saat mandi dengan menyediakan keset khusus area kamar mandi. Perangkat rumah ini bisa memberikan stabilitas saat lansia harus bergerak keluar atau masuk dari area basah kamar mandi. Pilih keset khusus kamar mandi yang antiselip. Ini penting, karena potensi jatuh di kamar mandi cukup tinggi. Bangku mandi juga diperlukan, sehingga para lansia bisa beristirahat saat mandi. Pilih bangku mandi yang memiliki sandaran dan pegangan tangan. Selain itu, Anda bisa memasang pegangan di dekat bathtub, berikut tangga kecil untuk mempermudah akses ke bathtub.
  2. Kebutuhan toilet
    Aktivitas sederhana seperti menggunakan toilet, bisa terasa sangat sulit bagi lansia. Oleh karena itu, pegangan tangan khusus toilet yang dipasang pada bagian kanan dan kiri toilet bisa sangat membantu pergerakan duduk dan bangkit para lansia.
  3. Peralatan memasak
    Dengan perangkat rumah yang tepat, kegiatan memasak tidak akan terasa sangat sulit lagi bagi para lansia. Pembuka makanan kaleng otomatis atau pembuka botol/stoples khusus adalah perlengkapan rumah yang mempermudah mereka tanpa harus selalu menunggu bantuan orang lain.
  4. Perlengkapan tidur
    Untuk seluruh usia, matras harus selalu selalu dalam kondisi prima, terutama untuk para lansia. Alas matras antiair bisa menjadi perangkat rumah untuk mengatasi terjadinya tumpahan air atau insiden kecil lainnya.

Tergantung pada kondisi lansia, perangkat rumah berupa pagar tempat tidur juga bisa menjadi produk yang sangat membantu untuk akses tempat tidur sekaligus mencegah potensi terjatuh. Beberapa produk pagar tempat tidur juga dilengkapi dengan saku atau kompartemen kecil untuk menyimpan benda-benda penting.

Perangkat rumah yang menggunakan teknologi dan dapat dipakai lansia bisa membantu keseharian mereka. Misalnya, alarm darurat untuk menghubungi anggota keluarga jika terjadi kecelakaan. Ada juga telepon khusus lansia dengan fitur angka dan huruf yang lebih besar, sekaligus menjadi alarm darurat. Beberapa perusahaan teknologi memang menciptakan produk dan perangkat rumah khusus lansia, mulai dari pencatat konsumsi obat hingga aplikasi mobil khusus penderita Alzheimer. Seperti yang dikutip dari situs SehatQ.com, semua kemudahan teknologi dan perangkat rumah tersebut memberikan manfaat bagi aktivitas dan hidup lansia yang lebih aman, sehat dan berkualitas.

Berbagai Gejala Penyakit yang Harus Diwaspadai Lansia

Featured

Seiring bertambahnya usia, sudah seharusnya gejala penyakit apapun yang muncul, tidak boleh diremehkan. Seringkali, lansia dan anggota keluarga yang lain masih mengabaikan gejala yang muncul. Seperti pusing, demam, atau sulit tidur nyenyak di malam hari.

kesehatan lansia by SehatQ.com

Patut diwaspadai, sebab gejala penyakit yang terlihat remeh, ternyata mengindikasikan masalah kesehatan serius. Berikut ini sejumlah gejala pada lansia yang harus diwaspadai dikutip dari situs kesehatan SehatQ.

  1. Nyeri di bagian dada
    Nyeri dada hanyalah salah satu dari sekian gejala serangan jantung. Jika lansia kerap merasakan gejala seperti sulit bernapas atau sering tersengal-sengal setelah berjalan kaki, hal ini kerap menjadi gejala penyumbatan arteri ke jantung atau iskemia koroner. Berkonsultasi dengan dokter bila Anda sering sesak napas atau mengeluh sakit di bagian dada setelah beraktivitas.
  2. Pendarahan setelah menopause
    Jika terjadi pendarahan setelah menopause, beberapa kasus dapat terindikasi sebagai kanker serviks. Sehingga, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa diatasi sejak dini.
  3. Disfungsi ereksi (DE)
    DE atau impotensi umumnya melanda pria di usia lebih dari 60 tahun. Selain mengurangi kualitas hubungan seksual, DE juga dapat diwaspadai sebagai gejala kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes dan lainnya.
  4. Sembelit
    Sembelit sebaiknya tidak diabaikan. Jika melanda lansia berumur lebih dari 50 tahun, sembelit merupakan gejala kesehatan yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari para lansia. Selain itu, sembelit dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit. Misalnya tumor, polip dan masalah usus.
  5. Feses berdarah atau berwarna hitam
    Warna feses atau kotoran dapat menjadi tanda kesehatan seseorang. Bila warna feses hitam atau berdarah, kemungkinan karena pengaruh obat tertentu. Selain itu, terdapat masalah pada saluran pencernaan.
  6. Payudara bengkak atau berubah warna
    Waspada jika terdapat gejala kesehatan pada lansia seperti payudara bengkak atau ada benjolan keras yang bisa berarti penyakit kanker payudara.
  7. Sulit tidur atau depresi
    Lansia kadang mengeluh sulit tidur. Orang tua kerap menghadapi stres dan depresi karena kehilangan pasangan, anak-anak yang sudah menikah dan mandiri, atau kesepian. Lansia dapat memperoleh bantuan dari ahli kesehatan mental untuk menangani masalah gangguan tidur atau depresi. Berbagai gejala kesehatan yang umumnya terjadi pada lansia, dapat diatasi. Namun, perlu pencegahan sejak awal dan mengenali gejala kesehatan agar lebih cepat ditangani ahli medis.
    Memeriksakan Lansia ke Dokter Secara Rutin
    Dokter akan sangat terbantu jika lansia dibawa ke rumah sakit secepatnya atau saat gejala-gejala penyakit masih belum terlalu serius. Untuk itu, selalu periksakan lansia atau anggota keluarga ke dokter secara berkala. Dokter akan memberikan obat dan perawatan yang dibutuh