Manfaat Lisinopril Bagi Penderita Gagal Jantung

Lisinopril, yang termasuk ke dalam obat hipertensi golongan ACE-inhibitor, memiliki efek yang lebih luas pada kasus gagal jantung.

Lisinopril
Lisinopril

Gagal jantung adalah suatu kondisi kronik di mana otot jantung tidak dapat lagi memompa darah dengan efektif sehingga sel-sel tubuh tidak mendapat oksigen dan nutrisi dalam jumlah yang cukup.

Lambat laun gagal jantung dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas. Di tahap awal, saat otot jantung masih dapat mengompensasi, mungkin tidak ada gejala yang dirasakan. Jika kondisi gagal jantung semakin berat, hambatan dalam beraktivitas ringan mulai terjadi. Misalnya, rasa mudah lelah, berdebar-debar, sesak jika berjalan atau menaiki tangga. Dan jika terus bertambah berat, gejala dapat tetap dirasakan dalam kondisi istirahat atau terjadi terus-menerus.

Lisinopril adalah obat hipertensi. Kerjanya menghambat zat dalam tubuh yang menyebabkan pembuluh darah untuk menyempit. Lisinopril membuat pembuluh darah relaksasi, menurunkan tekanan darah, dan akhirnya memperbaiki aliran darah dan oksigen ke jantung.

Pada pasien gagal jantung, selain menurunkan tekanan darah, lisinopril bekerja juga dengan mencegah tertahannya natrium dalam tubuh. Semakin banyak natrium dalam darah, cairan tubuh semakin mudah tertahan, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat dan memperberat kerja otot jantung. Jadi lisinopril dapat mengurangi beban kerja otot jantung pada pasien gagal jantung, sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien.

Studi terhadap obat golongan ACE inhibitor (termasuk di dalamnya lisinopril) sebagai terapi gagal jantung menunjukkan bahwa obat golongan ini menurunkan lamanya perawatan di rumah sakit, memperlama ketahanan hidup, serta menurunkan risiko serangan jantung. Selain itu, juga dapat mengurangi gejala gagal jantung, seperti sesak napas dan kelelahan.

Pada umumnya, pengobatan gagal jantung menggunakan obat lisinopril dimulai dengan dosis terkecil, dan kemudian dosis ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya efek samping akibat obat, misalnya tekanan darah yang turun terlalu cepat. Perlu diingat kondisi tiap orang berbeda-beda, jadi jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.