Apakah Polio Berbahaya? Bagaimana Penularannya?

Anda tentu tak asing lagi dengan penyakit polio. Penyakit menular yang kerap disebut dengan ‘poliomielitis’ ini terkenal bisa mengakibatkan kelumpuhan pada penderitanya. Penyebab penyakit polio sendiri tak lain adalah virus polio, yang mungkin saja berada di sekitar Anda.

Penyakit Polio
Penyakit Polio

Penyakit polio memiliki dua rute transmisi dalam penularan. Pertama, transmisi feses-oral. Kedua,transmisi transmisi oral-oral.

Sesuai dengan namanya, transmisi feses-oral merupakan transmisi atau perpindahan virus yang terjadi ketika ada kontak dari feses ke mulut seseorang. Pasalnya, virus polio banyak ditemukan di saluran-saluran pembuangan kotoran.

Penyebaran virus polio melalui transmisi jenis ini dapat terjadi dalam beberapa peristiwa berikut ini:

  • Jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus polio.
  • Berbagi makanan atau saling meminjamkan peralatan makan dan minum dengan penderita polio.
  • Tangan Anda tenyentuh benda atau objek yang telah tercemar oleh virus polio, lalu tangan tersebut tidak sengaja menyentuh mulut.

Sedangkan untuk transmisi oral-oral terjadi jika seseorang terpapar cairan oral dan cairan pernapasan dari penderita penyakit polio. Misalnya, seseorang yang sedang sehat berdiri di dekat penderita polio yang batuk dan bersin sehingga sangat mungkin tertular virus penyakit ini.

Virus polio juga dapat menempel di anggota tubuh orang yang sehat, kemudian penularan terjadi ia menempatkan anggota tubuh yang sudah terpapar virus polio ke mulut dan hidungnya.

Setelah tertular virus polio, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala khusus. Hanya saja terdapat tiga jenis polio yang timbul setelah tertular, yaitu nonparalisis, paralisis, dan sindrom post-polio. Ketiganya memiliki gejala masing-masing.

Polio nonparalisis, biasanya berlangsung seminggu hingga sepuluh sejak seseorang tertular. Gejala yang umumnya muncul meliputi flu, muntah-muntah, dan demam.

Beberapa kasus, penyakit polio dapat mengarah pada terjadinya paralisis atau kelumpuhan. Setelah menunjukkan gejala polio nonparalisis, penderita akan memperlihatkan gejala lanjutan. Mulai dari hilangnya refleks otot, nyeri otot yang parah, serta kesulitan dalam menggerakan anggota tubuh.

Ada pula sindrom post-polio, di mana polio akan kembali mendatangi penderitanya walaupun telah dinyatakan sembuh. Biasanya, hal ini terjadi setelah 15-40 tahun. Gejala umum yang bisa dirasakan penderita berupa lemah sendi dan otot yang berkelanjutan, nyeri otot yang semakin parah, kesulitan bernapas dan mengunyah, hingga sulit konsentrasi dan mengingat