Finasteride merupakan obat rambut rontok yang termasuk ke dalam golongan obat generik. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi hormon dihidrotestosteron (DHT) di dalam tubuh sehingga mampu memperbaiki pertumbuhan rambut. Anda perlu mengetahui bahwa finesteride hanya meningkatkan pertumbuhan rambut di bagian kepala saja, tidak di area tubuh yang lain.

Efek samping
Finasteride hanya bisa digunakan dengan resep dokter. Obat berbentuk tablet ini akan memengaruhi perubahan hormon testosteron sehingga berdampak pada pertumbuhan rambut. Seperti jenis obat lainnya, finasteride juga memiliki efek samping setelah dikonsumsi. Berikut ini efek samping finasteride secara umum:
- Menggigil
- Muncul keringat dingin
- Kebingungan
- Pusing saat bangun dari posisi berbaring atau duduk
Terdapat efek samping lainnya yang cenderung jarang terjadi, diantaranya:
- Bengkak pada bibir, wajah, tangan, kaki, atau tungkai
- Payudara membesar dan terasa nyeri
- Gatal-gatal
- Kenaikan berat badan dengan cepat, atau bahkan penurunan berat badan
- Kulit kemerahan
- Ruam kulit
- Kesemutan di bagian tangan atau kaki
Selain itu, berikut ini beberapa efek samping yang tidak banyak disadari mungkin juga bisa terjadi:
- Keluarnya cairan bening atau beradarah dari puting
- Lekukan pada payudara
- Puting masuk ke dalam
- Pengerasan puting payudara
- Kemerahan atau bengkak pada payudara
- Nyeri payudara yang tidak kunjung sembuh
Beberapa efek samping mungkin tidak memerlukan perawatan khusus, namun ada pula efek samping yang membutuhkan penanganan segera. Apabila efek samping terjadi terus menerus, bahkan semakin parah maka Anda perlu waspada.
Finesteride juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah pada sebagian orang. Tanda dan gejala yang mungkin terjadi akibat reaksi alergi finesteride diantaranya kesulitan bernapas dan pembengkakan di tenggorokan atau lidah.
Dosis
Jumlah dosis disesuaikan dengan petunjuk dokter serta tetap memerhatikan label kemasan untuk informasi selengkapnya. Berikut ini dosis finasteride secara umum:
- Penderita pembesaran prostat jinak
Dewasa: 5 mg setiap hari selama 6 bulan
Anak-anak: penggunaan tidak direkomendasikan
- Penderita alopesia androgenik
Dewasa: 1 mg setiap hari selama 3 bulan
Anak-anak: penggunaan tidak direkomendasikan
Finasteride dikonsumsi oleh laki-laki dengan gangguan pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Beberapa kasus menunjukkan laki-laki yang mengalami kebotakan dini juga mengalami BPH. Bisanya penderita mengalami kesulitan buang air kecil, alira urin menurun, serta sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
Selain mengatasi kerontokan, finesteride juga membantu mengurangi ukuran prostat dan memperbaiki gejalanya.
Begitu pula dengan gangguan alopesia androgenik yang menyebabkan kerontokan rambut, baik pada laki-laki maupun perempuan. Anak-anak juga tidak boleh menggunakan finasteride.
Finesteride tidak akan menyembuhkan rambut rontok, tapi akan menyebabkan rambut tumbuh di kulit kepala Anda. Pertumbuhan rambut ini hanya akan bertahan selama obat dikonsumsi dan akan hilang setelah 1 tahun konsumsi obat dihentikan.
Bagaimana efeknya terhadap ibu hamil?
Perempuan hamil dan sedang merencanakan kehamilan tidak boleh menyentuh finasteride yang pecah atau hancur. Hal ini disebabkan karena finasteride mampu diserap melalui kulit dan menyebabkan cacat lahir pada bayi laki-laki. Apabila sudah terlanjur melakukan kontak dengan obat ini, segera cuci tangan dengan sabun dan air. Perhatikan, menyentuh obat yang pecah atau hancur saja tidak diperbolehkan, apalagi mengonsumsinya.
Finesteride dikategorikan golongan X. Artinya, telah dilakukan penelitian pada hewan dan manusia, atau ada bukti risiko ke janin berdasarkan pengalaman orang yang telah mengonsumsinya, atau mungkin juga kedua hal tersebut sama-sama telah terjadi.








