5 Penyebab Ukuran Perut Ibu Hamil Berbeda-Beda

Mungkin masih banyak yang bingung mengenai ukuran perut ibu hamil yang berbeda-beda. Tidak jarang, ibu hamil merasa khawatir dengan ukuran perut yang terlalu kecil atau terlalu besar berkaitan dengan kondisi bayi dalam kandungan. Sebenarnya, ukuran perut ibu hamil yang terlalu kecil, besar, ataupun melebar tidak selalu menyebabkan masalah besar. Hanya saja, Anda tetap harus rutin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar memastikan kondisi janin di dalam kandungan tetap aman dan sehat.

5 Penyebab ukuran perut ibu hamil berbeda-beda.

Salah satu mitos yang sering kali terdengar oleh para ibu hamil adalah ukuran perut yang menentukan jenis kelamin anaknya. Jika ukuran perut ibu hamil rendah dan menonjol ke depan, maka anaknya laki-laki. Namun, jika ukuran perut lebih tinggi dan melebar, maka kemungkinan anaknya perempuan. Adanya isu seperti ini tidak didukung secara ilmiah. Faktanya, perbedaan ukuran perut ibu hamil ditentukan oleh kekuatan otot perut sebelum hamil dan tinggi badan.

  1. Kehamilan pertama.

Kehamilan pertama ukuran perut ibu hamil cenderung membentuk benjolan yang lebih padat, karena otot perut belum diregangkan sebelumnya. Alhasil, otot-otot perut terlihat tinggi, besar, dan terasa kencang.

  • Kehamilan kedua dan selanjutnya.

Kehamilan pertama akan membuat otot perut Anda meregang dan jadi lebih fleksibel. Apabila Anda tidak melakukan olahraga, maka otot Anda mungkin saja kembali ke kondisi semula. Inilah yang membuat ukuran perut ibu hamil lebih besar daripada kehamilan sebelumnya. Perlu digarisbawahi, ukuran perut yang besar bukan berarti ukuran janin juga besar.

  • Volume cairan ketuban.

Selama hamil, jumlah cairan ketuban terus berubah sesuai kondisi tubuh. Umumnya, cairan ketuban pada kehamilan normal lebih banyak selama trimester kedua dan relatif lebih sedikit selama trimester ketiga. Adanya perbedaan jumlah cairan ketuban pada setiap trimester ini diduga bisa menyebabkan ukuran perut ibu hamil bervariasi.

  • Posisi bayi.

Memasuki trimester kedua, bayi Anda mungkin akan lebih aktif dan mulai bergerak di dalam perut. Akibatnya, bisa sedikit mengubah bentuk perut Anda. Hingga mendekati waktu persalinan, kepala bayi akan bergerak turun ke bagian panggul, sehingga ukuran perut ibu hamil terlihat lebih besar di bagian bawah.

  • Tinggi badan ibu.

Perempuan yang lebih tinggi cenderung memiliki tubuh yang lebih panjang, sehingga memberi ruang lebih banyak untuk pertumbuhan bayi. Jadi, ketika bayi mengalami pertumbuhan, ukuran perut ibu hamil juga tumbuh ke atas dan tidak ke luar. Di sisi lain, wanita yang tubuhnya lebih pendek akan memiliki lebih sedikit ruang. Alhasil, bayi cenderung akan mendorong ke luar dan tidak ke atas.

Ukuran perut ibu hamil bukanlah suatu indikator.

Perlu Anda ketahui, bahwa ukuran perut ibu hamil bukanlah indikator terhadap kondisi bayi di dalam kandungan. Dokter atau bidan yang paling terampil dan berpengalaman sekalipun tidak dapat menebak apapun terkait kehamilan seorang wanita hanya dengan melihat ukuran perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan secara formal, barulah tim medis dapat membaca kondisi janin yang sebenarnya terjadi.

Catatan dari SehatQ

Inilah 5 penyebab yang dianggap memengaruhi ukuran perut ibu hamil. Nah, mulai dari sekarang, Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan perbedaan ukuran perut dengan para bumil lainnya. Hal yang terpenting adalah Anda memastikan asupan makanan beragam dan seimbang, istirahat yang cukup, serta tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. Jangan lupa, untuk selalu mengontrol kondisi kehamilan secara rutin ke puskemas atau rumah sakit terdekat.

Alergi Dingin Atau Flu, Bagaimana Cara Membedakannya?

Terkadang kita sulit sekali membedakan antara alergi dingin dengan flu atau pilek. Pasalnya, beberapa gejala yang muncul mirip antara keduanya. Seperti hidung berlendir atau adanya ingus, bersin dan hidung tersumbat.

Pilek dan alergi dingin adalah dua kondisi yang sering kali dialami oleh orang dewasa ataupun anak-anak. Akan tetapi menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan bahwa orang dewasa memiliki risiko dua tau tiga kali terkena flu dalam setahun. Bahkan anak anak disinyalir lebih banyak kemungkinan terkena pilek dalam setahun dibanding orang dewasa.

Meskipun gejala yang ditimbulkan oleh pilek dan alergi sangat mirip, namun keduanya adalah hal yang berbeda. Kedua kondisi tersebut memiliki penyebab atau pencetus yang berbeda dengan berbagai gejala yang bervariasi, jenis dan durasi. Apa sih yang membuat keduanya berbeda? Simak penjelasan berikut ya.

Perbedaan Pilek dan Alergi

Pilek atau flu disebabkan oleh makhluk kecil yag masuk ke dalam tubuh yang biasa disebut virus. Ada banyak sekali jenis virus yang dapat membuat Anda sakit, salah satunya dalah virus flu ini. Begitu virus flu masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekbalan tubuh Anda akan bertahan dan berupaya untuk melakukan serangan balik terhadap virus ataupun kuman tersebut. Nah, respon inilah yang dapat menimbulkan gejala pada Anda seperti batuk atau hidung tersumbat.

Virus yang menyebabkan flu pada tubu humumnya dapat menular. Penularannya pun bisa melalui apa saja, seperti saat si penderita bersin, batuk, ataupun ketika berjabat tangan dengan Anda. Setelah beberapa minggu (paling lama) sistem kekebalan tubuh akan melawan penyakit tersebut dan menghentikan gejala yang muncul.

Berbeda dengan alergi dingin, mereka umumnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang  terlalu aktif. Untuk beberapa alasan, tubuh akan melakukan kesalahan terhadap hal-hal yang tidak berbahaya, misalnya seperti debu atau serbuk sari.

Ketika hal tersebut terjadi, maka tubuh Anda akan melepaskan bahan kimia seperti histamin, sama halnya ketika tubuh melawan flu. Hal seperti ini bisa menyebabkan pembengkakan di lorong hidung Anda dan Anda pun mulai bersin hingga batuk. Tidak seperti pilek/flu, alergi tidak menular meskipun beberapa orang cenderung mewarisii alergi dingin tersebut atau faktor keturunan.

 Berikut beberapa tanda jika Anda memiliki alergi dingin.

Lendir bening

Menurut David Rosenstreich, direktur divisi alergi dan imunologi di Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New Yor mengatakan, bahwa pada seseorang yang menderita flu atau pilek, biasanya lendir akan sedikit kotor, bahkan jika keadaan flu semakin memburuk maka lendir akan berwarna kuning dan lebih tebal atau pekat. Sebaliknya, pada orang yang memiliki alergi lendir yang dihasilkan akan bening dan cair.

Batuk kering Baik flu ataupun alergi, gejala batuk pun akan muncul dan sulit unutk dibedakan. Ada satu perbedaan, pada batuk orang yang terkena flu 

Sering Dijadikan Bumbu Masakan, Ini Manfaat Cuka Beras

Pernahkah Anda memanfaatkan cuka beras sebagai penambah rasa asam dan manis pada masakan? Cuka beras sudah sangat sering ditemukan pada masakan khas Asia. Tidak hanya memberikan rasa yang unik dan halus, ada banyak manfaat cuka beras lainnya bagi kondisi kesehatan tubuh.

Cuka beras dibuat dari beras yang telah melalui proses fermentasi. Berbeda dengan jenis cuka lainnya, cuka beras memiliki rasa yang lebih halus dan tingkat keasaman yang rendah. Konsumsi cuka beras cocok bagi Anda yang tidak menyukai rasa asam tapi tetap ingin menjaga kesehatan.

Apa saja manfaat cuka beras bagi kesehatan tubuh?

Sejak bertahun-tahun yang lalu, cuka beras banyak digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Hal ini karena adanya kepercayaan pada manfaat cuka beras yang tinggi. Tidak hanya pada masakan, cuka beras pun umum dicampurkan ke dalam obat atau dioleskan langsung ke kulit sebagai pengganti produk perawatan wajah.

Ada beberapa manfaat cuka beras bagi kesehatan tubuh, antara lain:

  • Mengontrol berat badan

Cuka beras dipercaya mampu membantu dalam mengendalikan berat badan berlebih, khususnya pada orang-orang dengan kondisi obesitas. Tidak seperti bahan masakan lainnya, cuka beras bisa memberikan rasa pada makanan tanpa menambah kalori. Tanpa adanya kalori pada cuka beras, makanan pun menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi.

Salah satu cara yang bisa Anda gunakan adalah dengan mencampurkan cuka beras ke dalam salad buah ataupun salad sayur. Cuka beras bisa digunakan sebagai pengganti saus salad dan memberikan rasa asam serta manis yang halus.

  • Meningkatkan metabolisme

Salah satu manfaat cuka beras yang paling penting adalah kemampuannya untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Di dalam cuka beras, terdapat kandungan asam amino yang bisa membantu Anda dalam mengatasi kelelahan. Saat Anda mengantuk atau kelelahan di siang hari, Anda bisa mencoba mengonsumsi cuka beras untuk mengembalikan semangat dalam beraktivitas.

Selain itu, masih ada banyak kandungan lainnya yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan aktivitas radikal bebas.

  • Merawat kesehatan kulit

Cuka beras banyak digunakan sebagai salah satu bahan dasar dalam pembuatan produk perawatan kulit. Di dalam cuka beras, terdapat kandungan antioksidan yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kencang serta terhindar dari peradangan akibat jerawat atau paparan sinar matahari.

Banyak orang menggunakan cuka beras sebagai pengganti toner wajah. Anda juga bisa mencampurkan cuka beras dengan air dan minyak pohon teh untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

  • Mengurangi resiko penyakit

Selain menjaga kesehatan kulit, kandungan antioksidan di dalam cuka beras juga bisa membantu untuk melawan radikal bebas. Hal ini bisa membantu tubuh untuk terhindar dari berbagai jenis penyakit, seperti kanker, diabetes, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Tidak hanya itu, manfaat cuka beras juga bisa mengurangi resiko dari penyakit kulit akibat terkena paparan dari sinar matahari dan menjaga fungsi hati.

  • Mengontrol tekanan darah

Manfaat cuka beras lainnya adalah untuk mengontrol tekanan darah. Tidak hanya bebas dari kalori, kandungan cuka beras juga bebas dari sodium yang memicu peningkatan tekanan darah. Sebagian besar pasien dengan kondisi tekanan darah tinggi dianjurkan untuk mengonsumsi cuka beras guna mengendalikannya. Itulah beberapa manfaat cuka beras bagi kesehatan tubuh. Konsumsi cuka beras tidak harus dilakukan secara berlebihan, cukup dicampurkan ke dalam masakan dalam jumlah sewajarnya. Selain menyehatkan, cuka beras juga bisa memberikan tambahan rasa nikmat pada makanan Anda.

Bingung Cara Mengatasi Anak Cengeng? Ucapkan Kata-kata Ini!

Anak yang terlalu banyak nangis bisa jadi membuat Anda kewalahan dan pusing memikirkan cara mengatasi anak cengeng tersebut. Padahal sebenarnya, banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk membuat sang anak berhenti menangis. Salah satunya lewat permainan kata-kata ajaib!

cara mengatasi anak cengeng

Banyak kata-kata yang nyatanya ampuh menjadi cara mengatasi anak cengeng. Kata-kata tersebut sebenarnya umum digunakan sehari-hari, namun menjadi lupa dikatakan ketika tiba-tiba anak menangis dengan kencang. Kebiasaan melupakan kata-kata ini lebih disebabkan karena anak terburu panik menghadapi anak yang sedang menangis.

Mulai sekarang cobalah untuk tenang ketika anak mulai menangis. Mulailah pula belajar mengungkapkan kata-kata ajaib ini sebagai cara mengatasi anak cengeng. Anda akan takjub karena nyatanya penggunaan kata-kata ini sangat ampuh menghentikan air mata si kecil.

  1. “Tidak apa-apa, menangislah.”

Mengatakan “tidak apa-apa” dan membiarkan anak melanjutkan tangisannya justru bisa menimbulkan efek yang berkebalikan. Anak akan merasa kegiatan menangisnya tidak akan menimbulkan efek apa-apa baginya maupun Anda. Secara perlahan, tapi pasti, tangisnya pun akan mereda.

  • “Aku tidak mengerti mengapa kamu menangis, ceritalah…”

Perkataan Anda akan membuat si kecil sadar bahwa menangis bukanlah cara yang tepat mengungkapkan perasaannya. Cara mengatasi anak cengeng ini pun menjadi sangat ampuh karena anak sekaligus akan teralihkan fokusnya. Alih-alih melanjutkan tangisnya, ia akan menceritakan sedikit demi sedikit apa yang membuatnya menangis, walau kadang-kadang masih dengan sedikit isak.

  • “Apa yang bisa aku bantu?

Tangisan anak biasanya hanya untuk menarik perhatian Anda. Alasan lainnya, ia membutuhkan bantuan untuk hal yang ia alami atau rasakan, namun ada ketidakberanian untuk mengungkapkannya. Dengan kata-kata “Apa yang bisa aku bantu”, anak akan mengerti bahwa tidak masalah jika ia mengungkapkan apa yang ia butuhkan kepada Anda. Tangisannya pun bisa mereda dan terganti dengan berbagai ceritanya mengenai apa yang ia rasakan.

  • “Aku sayang kamu.”

Perhatian juga butuh diungkapkan. Dengan mengatakan bahwa Anda menyayangi dia, anak akan mengerti bahwa tidak perlu menangis untuk bisa memperoleh perhatian Anda. Jangan kaget kalau ketika Anda mengungkapkan kata-kata ajaib ini, anak akan segera menghentikan tangisannya kemudian memeluk Anda dengan erat sebagai bentuk pembalasan dari kata-kata Anda.

  • “Semangat ya!”

Cara mengatasi anak cengeng lainnya adalah dengan memberikan kata-kata penyemangat. Cukup dengan mengatakan, “Semangat, ya,” anak akan memiliki keyakinan bahwa ia tidak sendirian. Ada Anda yang siap mendukungnya sehingga ia tidak perlu repot lagi untuk menangis guna bisa mencari bantuan yang ia butuhkan.

  • “Ingat tidak kalau…”

Cara mengatasi anak cengeng yang efektif adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Cukup ucapkan kata-kata “ingat tidak kalau…,” pikiran anak tersebut akan langsung teralihkan. Ia tidak lagi fokus kepada tangisnya. Ia akan lebih menyimak hal-hal yang Anda ceritakan ulang. Pastikan cerita kenangan tersebut lebih ke arah hal-hal manis yang membuat anak bahagia, ya!

  • “Istirahat dulu, yuk…”

Ucapkan kata-kata tersebut dengan santai. Anak akan menyadari bahwa ia sudah terlalu lama menangis dan tidak menghasilkan apa-apa. Ajakan Anda untuk beristirahat juga akan membuatnya sadar bahwa sesungguhnya menangis itu melelahkan.

  • “Mari kita selesaikan masalahnya bersama-sama…”

Anak sering menangis karena merasa putus asa terhadap perasaan atau hal yang sedang dihadapinya. Masalah tersebut mungkin simpel bagi Anda yang sudah dewasa, tetapi ternyata menyulitkan bagi anak kecil. Cobalah untuk mengatakan “mari kita selesaikan masalahnya bersama-sama” dan lihatlah ia akan berhenti menangis dan mengangguk mengiyakan ajakan Anda. Anak akan sadar bahwa menangis bukan teman baik untuk menyelesaikan masalahnya. Andalah yang menjadi teman tepat untuk membantunya menghilangkan masalahnya.

*** Ajaib bukan bahwa cara mengatasi anak cengeng bisa sangat mudah dengan kata-kata? Tidak percaya? Yuk, segera buktikan sendiri.

Kenali Manfaat Jintan Putih untuk Turunkan Berat Badan

Di berbagai negara, jintan putih terkenal sebagai jenis rempah-rempah yang kaya akan manfaat. Dari sejumlah manfaat yang ada, salah satu manfaat jintan putih adalah untuk menurunkan berat badan.

Jintan putih berasal dari tumbuhan bernama cuminum cyminum. Rempah ini terbuat dari biji tanah dan banyak ditemukan di Cina, India, serta Meksiko.

Apa manfaat jintan putih untuk menurunkan berat badan?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2015, orang yang memiliki kelebihan berat badan berhasil menurunkan berat badannya setelah mengonsumsi jintan putih secara teratur selama 8 minggu. Selain itu, manfaat jintan putih juga membuat mereka mengalami penurunan kadar gula darah, yang juga mengurangi resiko diabetes.

Jintan putih memiliki kadar kalori yang sangat rendah, nyaris tidak ada sama sekali. Ketika rempah ini ditambahkan ke dalam makanan, makanan menjadi kaya akan rasa namun tidak ada penambahan kadar kalori, karbohidrat, protein, ataupun lemak.

Tidak hanya itu, jintan putih juga kaya akan vitamin. Satu sendok teh jintan putih akan memberikan Anda tambahan vitamin A sebesar 2%, vitamin C sebesar 1%, serta vitamin B6 sebesar 1%.

Di dalam jintan putih, terdapat kandungan aktif yang disebut timokuinon. Kandungan ini mampu melawan infeksi dan peradangan. Hal ini membantu untuk membersihkan tubuh dari racun dan radikal bebas. Pembersihan racun memungkinkan beberapa bagian tubuh menjadi lebih ramping dan mengalami penurunan berat badan.

Cara mengonsumsi jintan putih saat berdiet

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merasakan manfaat jintan putih melalui konsumsi sehari-hari. Salah satunya adalah dengan mencampurkan rempah ini ke dalam makanan rendah lemak yang Anda konsumsi, seperti pada yogurt atau salad.

Cara lainnya yang paling mudah dilakukan adalah dengan mencampurkan jintan putih ke dalam air. Air tersebut kemudian diminum setiap 30 menit setelah makan setiap dua kali sehari. Tidak hanya menurukan berat badan, cara ini juga efektif untuk meningkatkan metabolisme dan mengurangi kadar gula darah dalam tubuh.

Konsumsi jintan putih tidak harus selalu dilakukan secara langsung. Anda juga bisa memanfaatkan suplemen khusus berbahan jintan putih yang bisa meningkatkan kondisi kesehatan sekaligus menurunkan berat badan.

Akan tetapi, Anda tidak bisa sepenuhnya bergantung pada jintan putih saat berdiet. Setelah mengonsumsi rempah ini, Anda tidak akan langsung mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Selain itu, efek dari jintan putih juga tidak bisa menargetkan lemak berlebih hanya pada salah satu area tubuh. Rempah ini bekerja dengan menurunkan peradangan di dalam tubuh, sehingga beberapa bagian tubuh akan terlihat lebih ramping dari sebelumnya. Namun, manfaat jintan putih bukanlah untuk membakar lemak secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, konsumsi rempah ini sebaiknya dilakukan bersamaan dengan olahraga yang teratur. Anda juga perlu membatasi konsumsi kalori guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Efek samping konsumsi jintan putih untuk penurunan berat badan

Konsumsi jintan putih tidak terlepas dari sejumlah efek samping yang mungkin akan dialami oleh beberapa orang. Menurut penelitian, konsumsi jintan putih secara berlebihan dalam jangka panjang bisa meningkatkan resiko pendarahan, komplikasi pernapasan, dan masalah kulit.

Secara khusus, resiko ini lebih mungkin terjadi pada orang dengan riwayat penyakit maag dan ibu hamil. Dalam beberapa kasus, manfaat jintan putih tidak akan terasa saat dikombinasikan dengan obat antibiotik tertentu. Oleh sebab itu, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ataupun ahli gizi saat akan memulai diet dengan jintan putih.

Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Sapi Gila

Penyakit sapi gila adalah kondisi langka yang terjadi pada manusia dan menyerang sistem saraf pusat. Kondisi ini bisa terjadi akibat konsumsi otak dan sumsum tulang belakang sapi atau hewan ternak lainnya yang terinfeksi penyakit ini. Pada manusia, istilah penyakit sapi gila disebut dengan creutzfeldt-jakob disease (CJD).

Jenis-jenis penyakit sapi gila

Saat seseorang terkena penyakit ini, mereka kan mengalami gangguan pada saraf otak yang berdampak pada ingatan, cara berjalan dan cara berbicara, perubahan perilaku, dan demensia. Penyakit ini terdiri atas beberapa jenis dengan resiko dan penyebab yang berbeda-beda.

Berikut ini merupakan jenis-jenis penyakit sapi gila atau CJD yang menyerang manusia.

  • Sporadic CJD

Jenis sporadic CJD merupakan jenis penyakit sapi gila yang paling sering ditemui. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dalam rentang usia 20 hingga 70 tahun.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat seseorang terkena gejala sporadic CJD. Menurut para ahli, hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan prion normal, yaitu protein pada otak dan sistem saraf, menjadi prion tidak normal.

Meski menjadi jenis ini paling sering ditemukan, kondisi ini tetap termasuk sebagai kondisi yang cukup langka.

  • Familial CJD

Jenis penyakit sapi gila yang satu ini merupakan kondisi yang terjadi secara genetik atau berdasarkan riwayat keluarga. Orang-orang yang memiliki anggota keluarga dengan gejala sapi gila lebih beresiko untuk terkena kondisi yang sama.

Umumnya, gejala sapi gila jenis ini baru terdeteksi saat memasuki usia 50-an. Tidak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki riwayat genetik untuk kondisi ini.

  • Variant CJD

Variant CJD merupakan jenis penyakit sapi gila yang diderita manusia setelah mengonsumsi otak dan sumsum tulang belakang dari hewan ternak atau sapi. Penularan ini tidak dapat terjadi melalui konsumsi daging dan susu. Selain itu, penyakit ini juga tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia.

Dalam beberapa kasus, variant CJD juga bisa ditularkan melalui penggunaan alat medis yang tidak steril atau melalui transfusi darah dari pendonor yang terinfeksi. Untuk mengatasi hal ini, sebagian negara memberlakukan protokol khusus yang melarang konsumsi otak dan sumsum tulang belakang sapi serta membatasi aktivitas transfusi darah.

Pengobatan penyakit sapi gila

Sayangnya, kondisi sapi gila tidak bisa disembuhkan. Umumnya, pasien dengan penyakit ini akan bertahan selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya meninggal dunia. Selama periode tersebut, mereka juga mungkin akan mengalami komplikasi berupa pneumonia, gagal jantung, dan infeksi lainnya.

Meski tidak dapat disembuhkan, dokter bisa membantu untuk meringankan gejala yang dialami pasien. Salah satu upayanya adalah dengan meresepkan obat pereda nyeri dan obat untuk mengontrol gerakan yang tak terkendali.

Selain itu, pasien dengan kondisi sapi gila juga mungkin akan mengalami gejala psikologis berupa depresi dan gangguan kecemasan. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan memberikan obat antidepresan dan obat penenang.

Pasien sapi gila tidak bisa menjalani perawatan seorang diri di rumah. Mereka dianjurkan untuk menjalani prosedur rawat inap di rumah sakit guna meringankan kondisi yang dialami. Mereka juga akan memerlukan dukungan dari keluarga selama proses perawatan, khususnya saat gejala semakin memburuk.

Dari berbagai jenis yang ada, penyakit sapi gila bisa menyerang siapa saja dari berbagai usia dan jenis kelamin. Meski begitu, kondisi ini cukup langka dan jarang ditemukan. Apabila Anda mencurigai adanya gejala sapi gila pada keluarga terdekat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter guna meringankannya.

Berbagai Cara Obati Patah Kaki

Tidak ada yang ingin mengalami cedera patah kaki. Namun, kondisi ini bisa saja menjumpai Anda di berbagai kesempatan. Entah karena Anda terjatuh, cedera saat olahraga, ataupun ketika mengalami kecelakaan. Jika sudah demikian, Anda mesti segera berobat untuk memperoleh penanganan yang tepat. Semakin lama penanganan Anda lakukan maka semakin lama pula kondisi tulang kaki Anda dapat pulih kembali.

Patah kaki sendiri merupakan suatu kondisi adanya retakan atau patahan di bagian tulang kaki. Tak ayal jika kondisi ini menimpa Anda, ruang gerak Anda menjadi sangat terbatas karena kaki menjadi sulit digerakkan. Belum lagi Anda akan merasakan pembengkakan dan nyeri yang berkepanjangan, yang jika dibiarkan waktu pemulihannya bisa sangat lama bahkan dapat memengaruhi bentuk kaki Anda ke depannya.

Berobat ke dokter menjadi jalan terbijak untuk mengobati patah kaki. Jangan terlalu khawatir bahwa pengobatan yang dokter lakukan untuk kondisi Anda pasti selalu mengarah ke operasi. Pasalnya, banyak cara mengobati patah kaki bergantung kondisi luka Anda. Berikut ini adalah beberapa opsi tindakan untuk menangani penderita patah kaki, sebelum ataupun ketika telah berkonsultasi ke dokter.

  1. Batasi Pergerakan

Ketika Anda menyadari mengalami patah kaki, segera lakukan pertolongan pertama. Anda bisa segera mengompres bagian yang terasa nyeri dengan air sembari membalutnya jika memang ada luka yang terlihat.

Setelah itu, jangan terlalu banyak bergerak. Kondisi tulang kaki Anda sedang patah. Gerakan yang terlalu banyak akan membuat potensi keretakan atau patah bisa semakin melebar atau bahkan menimbulkan komplikasi. Segera batasi pergerakan Anda!

  • Pemasangan Alat Penunjang

Ketika dokter telah mendiagnosis Anda mengalami patah kaki, biasanya ia akan segera menyarankan Anda untuk memasang alat penunjang eksternal. Pemasangan alat ini bertujuan membuat tulang kaki Anda tetap pada posisinya, walaupun dengan demikian pergerakan yang bisa Anda lakukan semakin terbatas.

Alat penunjang eksternal biasanya berbentuk bingkai yang dipasang di luar tulang kaki yang cedera. Istilah lain dari penunjang ini lebih dikenal sebagai gips. Jika memang kondisi patah kaki Anda cukup parah, dokter bahkan akan memasang penunjang ekternal yang terhubung dari luar tulang kaki menuju jaringan kaki yang mengalami masalah.

  • Obat Penahan Nyeri

Kondisi patah tulang di bagian manapun, tidak terkecuali di bagian kaki, pasti akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Nyeri yang Anda rasakan dari kondisi tersebut akan sangat hebat. Karena itulah selain pemasangan alat penunjang, dokter juga akan memberikan resep obat penahan nyeri bagi Anda.

Obat penahan nyeri untuk kondisi patah kaki biasanya mengarah pada jenis ibuprofen atau acetaminophen. Akan tetapi, dalam beberapa kasus obat-obatan tersebut kurang mampu mengurasi rasa nyeri yang Anda rasakan. Jika sudah demikian, dokter akan kembali meresepkan obat penahan nyeri yang lebih berat dosisnya.

  • Tindakan Pembedahan

Pemasangan alat penunjang mungkin tidak ampuh untuk beberapa kasus, khususnya jika patah tulang yang Anda alami melibatkan lebih dari satu tulang atau menimbulkan kerusakan pada area ligamen di sekitar. Dalam kondisi seperti itu, barulah dokter akan menyarankan tindakan pembedahan alias operasi.

Pembedahan untuk menangani patah kaki biasanya berupa pemasangan alat penunjang internal, seperti pelat atau sekrup. Tujuannya guna menyatukan kembali posisi tulang Anda yang mengalami cedera berat.

  • Rehabilitasi

Proses pemulihan patah kaki tergolong lama. Anda memerlukan waktu sekitar 4—5 bulan guna mampu kembali menggerakkan kaki Anda secara lebih leluasa. Waktu selama itu tidak sebatas pada pemasangan alat penunjang, baik eksternal maupun internal.

Setelah alat penunjang dilepas, kemungkinan besar Anda akan mengalami kaku atau mati rasa sebagian sehingga gerakan tetap terbatas. Dokter akan menginstruksikan untuk melakukan rehabilitasi agar kekakuan tersebut bisa menghilang dan Anda bisa kembali bergerak mendekati masa-masa sebelum mengalami patah kaki.

*** Jangan takut untuk berobat ke dokter jika mengalami patah kaki. Semakin cepat Anda berobat, peluang tindakan pembedahan yang terkesan menakutkan akan semakin kecil. Sebaliknya jika Anda menunda-nunda berobat, pemulihan pata kaki Anda akan semakin lama, di samping pilihan perlu adanya tindakan operasi yang lebih serius.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Microsleep

Microsleep merujuk pada kondisi tidur yang singkat, biasanya berlangsung dalam hitungan detik. Orang yang mengalaminya sering kali tidak menyadari bahwa dirinya tertidur. Bagian menyulitkan dan berisiko dari kondisi ini adalah episode microsleep dapat muncul ketika penderitanya sedang mengerjakan sesuatu yang penting.

Kondisi ini betul-betul dapat terjadi di mana saja dan kapan saja; di sekolah, di tempat kerja, atau ketika tengah santai di rumah. Kemunculannya yang sangat acak, membuat kondisi ini menjadi berbahaya. Artinya, microsleep bahkan dapat terjadi ketika penderitanya sedang mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Inilah penyebab terjadinya microsleep

Kurang tidur merupakan salah satu faktor risiko terjadinya microsleep. Entah karena Anda menderita insomnia, harus bekerja pada shift malam, atau memang tidak memiliki tidur yang berkualitas karena alasan lainnya.

Mereka yang memiliki gangguan tidur juga dapat mengalami microsleep, penderita sleep apnea obstruktif misalnya. Adanya penyumbatan pada saluran napas bagian atas akan mengganggu pernapasan penderita ketika tidur. Karenanya otak kekurangan asupan oksigen selama tidur, sehingga penderita akan merasakan kantuk di siang hari.

Narkolepsi juga dapat menimbulkan rasa kantuk yang ekstrem di siang hari, dengan episode microsleep yang tidak terkendali. Kondisi ini merupakan salah satu jenis gangguan saraf, di mana kendali terhadap tidur jadi terganggu.

Gangguan ritme circadian dan periodic limb movement disorder (PLMD) juga disebut sebagai penyebab microsleep.

Meski demikian, alasan pasti di balik terjadinya episode tidur yang tidak disadari tersebut, belum sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, para ahli meyakini bahwa  microsleep terjadi ketika ada bagian otak yang tertidur, sementara bagian lainnya tetap terjaga.

Pada tahun 2011, dilakukan sebuah penelitian dengan hewan percobaan. Hewan tersebut dibuat terjaga untuk jangka waktu yang lama. Para peneliti juga memasukkan zat tertentu yang memengaruhi kerja otak motoriknya. Selama proses tersebut, aktivitas otak hewan uji direkam dengan electroencephalogram (EEG).

Dari laporan penelitian tersebut, diketahui bahwa hewan uji yang kurang tidur tetap terjaga, tapi ditemukan tanda-tanda tidur secara lokal. Hal inilah yang membuat para ahli percaya bahwa manusia pun dapat mengalami episode tidur lokal di otaknya, sambil tetap terlihat terjaga.

Penanganan microsleep

Untuk mencegah dan menangani microsleep, penting sekali untuk tidur cukup dan berkualitas di malam hari. Jumlah waktu tidur ideal bagi orang dewasa antara 7-9 jam setiap malam.

Anda dapat membentuk beberapa kebiasaan dalam rangka meningkatkan kualitas tidur. Misal, tidak mengonsumsi kafein menjelang waktu tidur. Begitu juga dengan konsumsi alkohol, sebaiknya dihindari. Terlebih saat Anda merasa sangat lelah.

Mematikan lampu atau musik juga dapat membantu Anda tidur lebih baik. Cahaya yang terlalu terang atau suara yang bising terbukti menjadi distraksi bagi sebagian orang. Sehingga mereka tidak dapat mencapai tidur yang berkualitas.

Hindari bergerak terlalu aktif di malam hari, apalagi menjelang jam tidur Anda. Kegiatan ini akan membuat Anda sulit tidur.

Terakhir, pastikan kamar dan tempat tidur Anda terasa nyaman. Sprei yang bersih dan suhu ruangan yang nyaman, cenderung lebih efektif membuat Anda cepat tertidur dan lebih pulas. Meningkatkan kualitas tidur bukan hanya akan mencegah Anda mengalami microsleeping di waktu dan tempat yang tidak tepat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda. Jumlah tidur  yang cukup akan meningkatkan energi, suasana hati, dan konsentrasi, sekaligus menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Berisiko Menyebabkan Komplikasi Medis, Ketahui Tentang Penyakit Klamidia

Apakah Anda pernah mendengar tentang klamidia? Salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Anda perlu waspada dengan penyakit ini, sebab klamidia dapat menimbulkan berbagai komplikasi medis, namun sering kali tidak ada gejala apa pun di awal terjadinya infeksi. Akibatnya, banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi klamidia.

Padahal, klamidia dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan seksual yang tidak aman. Artinya, hubungan seksual dilakukan dengan berganti-ganti pasangan, hubungan seksual tanpa menggunakan kondom, atau menggunakan alat bantu seks yang tidak bersih dan dipakai secara bergantian.

Komplikasi akibat klamidia

Karena dalam banyak kasus, penyakit ini tidak segera menunjukkan gejala, maka cukup banyak infeksi yang terlambat ditangani. Sementara, penanganan yang terlambat berpotensi menimbulkan komplikasi medis.

Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita penyakit ini adalah infertilitas. Terlebih pada wanita, mereka menjadi sulit untuk mengalami kehamilan.

Radang panggul atau dalam dunia medis dikenal sebagai Pelvic Inflammatory Disease (PID), juga merupakan salah satu komplikasi yang lazim terjadi. Kondisi ini terjadi saat bakteri sudah menyebar dan menginfeksi serviks, rahim, saluran tuba, serta ovarium.

PID ini dapat berakhir menjadi infertilitas, nyeri panggul kronik, hingga kehamilan ektopik. Suatu kondisi serius di mana sel telur dibuahi di luar uterus.

Klamidia juga dapat memicu terjadinya berbagai peradangan, antara lain peradangan sendi, peradangan epididimis (bagian sistem reproduksi pria yang menjadi saluran untuk mengalirnya sperma dari testikel), peradangan leher rahim, juga peradangan saluran pembuangan urine.

Pembengkakan kelenjar prostat atau prostatitis juga dapat menjadi salah satu komplikasi yang timbul akibat klamidia.

Penanganan penyakit klamidia

Oleh karena itu, penyakit ini perlu ditangani dengan serius dan sedini mungkin. Saat terdiagnosis mengidap klamidia, dokter akan memberikan antibiotik. Sebab penyakit ini dapat diatasi dengan relatif mudah dengan antibiotik.

Dalam proses pengobatan, bukan hanya penderita yang akan diberi antibiotik, pasangannya pun akan diberi antibiotik. Biasanya antibiotik diberikan untuk dikonsumsi selama 5-10 hari.

Pada kasus-kasus tertentu, kadang dibutuhkan waktu lebih lama untuk penanganan penyakit ini. Dan selama menjalani pengobatan, penderita dan pasangan tidak diperbolehkan berhubungan intim. Hal ini ditujukan untuk menekan kemungkinan penyebaran bakteri klamidia.

Perlu diingat, tidak melakukan hubungan intim bukan hanya soal penetrasi. Hal ini berarti, penderita tidak terlibat dalam aktivitas seksual dalam bentuk apa pun.

Pasien sebaiknya benar-benar mengikuti anjuran dokter dan mengonsumsi antibiotik hingga tuntas. Jika tidak, penderita berisiko mengalami resistensi antibiotik dan berisiko terinfeksi kembali.

Selanjutnya, bila telah pulih dari infeksi ini, maka penting sekali untuk selalu diskusi secara jujur dengan pasangan mengenai kehidupan seksual dan penyakit seksual yang dimiliki.

Usahakan pula untuk selalu menggunakan kondom, sebelum melakukan hubungan intim. Kondom dapat mencegah darah, cairan vagina, dan air mani berpindah ke orang lain. Dengan demikian, bakteri yang mungkin terkandung di dalamnya pun tidak akan berpindah.

Sebelumnya disebutkan bahwa klamidia sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, bila Anda merasakan nyeri ketika berhubungan intim, ada sensasi terbakar ketika buang air kecil, muncul cairan yang tidak normal dari kemaluan, atau ada pembengkakan pada alat kelamin, maka ada baiknya untuk segera mencari bantuan medis. Berkonsultasilah segera dengan dokter, agar gangguan medis yang terjadi dapat segera ditangani.

Efek Samping Pemasangan Kateter Urine dan Cara Pencegahannya

Orang yang mengalami masalah pada saluran kemih biasanya membutuhkan kateter urine untuk membantu mengeluarkan air kencing. Kateter berupa selang fleksibel yang menjadi saluran urine dari kandung kemih lalu ditampung di kantong urine. Kateter urine terbuat dari karet, silikon, dan plastik PVC (polyvinyl chloride).

Kateter biasanya digunakan oleh pasien hingga mampu mengeluarkan urine sendiri. Berbeda dengan pasien yang lanjut usia atau mereka yang mengalami cedera permanen, biasanya kateter akan digunakan dalam jangka waktu lama atau mungkin saja permanen.

Siapa Saja yang Perlu Pemasangan Kateter Urine?

Kateter urine digunakan bagi pasien yang tidak mampu mengeluarkan urine yang ada di kandung kemih. Bila dibiarkan penuh dan air kencing menumpuk di dalam ginjal, akan berisiko menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.

Ada juga pasien yang tidak mampu mengosongkan kandung kemih atau disebut retensi urine. Orang-orang seperti inilah yang butuh untuk dipasangkan kateter urine ini.

Selain kondisi tersebut, ada juga beberapa kondisi yang dialami pasien sehingga butuh bantuan selang untuk mengeluarkan urine dari kandung kemihnya. Siapa saja?

  • Pasien yang mengalami batu ginjal sehingga aliran urine terhambat. Atau adanya pembekuan darah pada urine, serta kelenjar prostat mengalami pembesaran cukup parah
  • Cedera tulang belakang
  • Orang dalam proses persalinan dan operasi caesar
  • Pasien yang mengalami cedera saraf kandung kemih
  • Pasien yang akan menjalani proses operasi perlu mengosongkan kandung kemih baik itu sebelum, saat, dan pascaoperasi.
  • Kondisi kesehatan mental yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu, misalnya pikun atau demensia.

Efek Samping Penggunaan Kateter Urine BIsa Picu Infeksi

Sebenarnya penggunaan kateter urine hanya bersifat sementara hingga pasien yang dipasang kateter mampu mengeluarkan urine sendiri. Namun, ada beberapa alasan yang membuat beberapa pasien harus menggunakan kateter dalam jangka waktu lama.

Sebagai alat medis, sebenarnya penggunaan kateter disebut aman. Hanya saja perlu untuk menjaga kebersihan kateter agar tidak berisiko infeksi saluran kemih.

Adapun efek samping yang mungkin terjadi disebabkan oleh pemasangan kateter adalah:

  • Urine berdarah
  • Penggunaan indwelling catheter dalam durasi yang lama dalam menyebabkan kerusakan ginjal
  • Batu kandung kemih
  • Terjadi reaksi alergi yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kateter yang tidak bagus
  • Infeksi ginjal dan saluran kemih

Ada beberapa gejala bila terjadi infeksi saluran kemih ini, yaitu:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Tubuh menggigil
  • Urine keluar dari selang kateter
  • Urine berwarna keruh, berdarah, bahkan bernanah
  • Air kencing memiliki bau menyengat
  • Ada rasa terbakar di area kelamin atau pada saluran uretra
  • Punggung bawah terasa nyeri dan pegal-pegal

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Agar tidak terjadi bahaya infeksi saluran kemih, memang harus dilakukan sejak awal pemasangan kateter.

  1. Perlu diingat bahwa pemasangan kateter hanya dilakukan jika memang benar-benar diperlukan. Jika sudah tidak diperlukan lagi, segera lepas kateter urine yang dipasang.
  2. Kateter harus dipasang oleh tenaga medis harus dilakukan dengan teknik yang steril.
  3. Tenaga medis harus menggunakan gel anestetik sekali pakai yang steril
  4. Kulit di area yang akan dipasangkan kateter harus dibersihkan dengan steril
  5. Ada dua metode mengeluarkan urine, dari dalam kateter yaitu dengan menggunakan kateter eksternal, serta menggunakan kateter sementara.
  6. Posisi kateter urine yang sudah dipasang harus segera diamankan agar tidak terjadi pergerakan atau tertarik dari saluran kemih. Ini dilakukan oleh dokter atau perawat.