Fakta Gegar Otak yang Penting untuk Kamu Ketahui

Gegar otak mungkin terdengar sebagai masalah kesehatan yang parah. Kamu bisa mengalami gegar otak ketika kecelakaan, terjatuh, berolahraga, maupun mengalami benturan fisik lainnya, terutama di area kepala.

Gegar Otak
Gegar Otak

Akan tetapi, gegar otak ternyata tidak semenyeramkan bayangan kamu. Kondisi ini tidak selalu menyebabkan amnesia alias hilang ingatan kok. Bahkan, gegar otak dikategorikan sebagai cedera otak ringan yang biasanya bisa sembuh seiring berjalannya waktu.

Fakta-fakta gegar otak

Berikut fakta-fakta lain yang perlu kamu ketahui tentang gegar otak.

1.      Memengaruhi tubuh secara keseluruhan

Pada dasarnya, otak merupakan pusat komando dari tubuh manusia. Ketika mengalami gegar, aliran listrik dari otak ke seluruh tubuh juga ikut terganggu.

Akibatnya, kamu akan mengalami beberapa gejala gegar otak, misalnya muntah, sakit kepala, dan linglung. Selain itu, refleks tubuh, kemampuan bicara, keseimbangan, hingga koordinasi otot kamu juga akan terganggu.

2.      Gegar otak bisa menyerang bayi dan anak-anak

Bayi dan anak-anak juga bisa mengalami gegar otak jika mengalami benturan di kepala. Pada mereka, gegar otak menyebabkan gejala seperti lebih sering menangis, pola makan dan tidur berubah, serta kehilangan ketertarikan untuk berinteraksi dengan lingkungan.

3.      Segera periksakan diri

Untuk memastikan tidak adanya komplikasi pada otak, segera periksakan diri ke rumah sakit sesaat setelah kepala mengalami cedera. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik, kemudian meminta kamu melakukan CT scan atau MRI. Jika kamu mengalami kejang, dokter akan melakukan pemeriksaan gelombang otak dengan alat khusus untuk melihat kondisi otak, dan ada atau tidaknya tanda-tanda yang serius.

4.      Bisa sembuh tanpa operasi

Gegar otak sangat mungkin disembuhkan tanpa harus naik meja operasi. Syaratnya, tidak ada komplikasi yang terjadi di otak, misalnya pendarahan, pembengkakan, hingga cedera serius lainnya.

5.      Jangan mengemudi dalam 24 jam

Untuk mempercepat penyembuhan, kamu sebaiknya tidak mengemudi dalam kurun 24 jam atau beberapa bulan ke depan (tergantung keparahan gegar otak). Banyaklah beristirahat, hindari olahraga berat, dan jangan konsumsi alkohol. Selalu utamakan keselamatan dalam berkendara, salah satunya dengan menggunakan sabuk pengaman. Saat berolahraga, gunakan juga alat pelindung seperti helm bila memungkinkan.

Banyak Penyebab Cedera Kepala Berat, Hujan Salah Satunya

Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja. Salah satu risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengendara kendaraan bermotor adalah cedera kepala berat. Cedera kepala berat membuat pasien tidak sadar dan mengancam nyawa.

Cedera Kepala Berat
Cedera Kepala Berat

Seseorang dikatakan cedera kepala berat saat kesadaran orang itu turun berdasarkan skor Glasgow Coma Scale. Selain itu, cedera kepala berat juga memiliki beberapa gejala seperti sakit kepala, muntah, amnesia, tidak dapat bicara, hingga kejang.

Sekarang pasti Anda bertanya-tanya, lalu, bagaimana hujan dapat menjadi penyebab cedera kepala berat? Tentu terkena air hujan saja tidak akan membuat Anda mengalami cedera kepala berat. Hujan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga berisiko mengalami cedera kepala berat.

Faktor risiko cedera kepala berat saat kecelakaan

Dalam sebuat riset dari Puslitbang mengenai gambaran kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2014, ditemukan bahwa cedera kepala merupakan penyebab paling banyak meinggalnya pengendara kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Selain itu, terdapat 4 faktor yang memengaruhi terjadinya kecelakaan yang terbagi menjadi

  1. Faktor pengemudi

Tiga hal yang berpengaruh dalam faktor pengemudi yaitu melanggar tata tertib, lengah, dan melebihi batas kecepatan.

  • Faktor kendaraan

Pada faktor kendaraan, paling banyak penyebab kecelakaan terjadi akibat tidak berfungsinya lampu kendaraan, kemudi yang kurang baik, dan rem yang tidak berfungsi.

  • Faktor kondisi jalan

Faktor jalan seperti jalan yang rusak atau berlubang, tidak ada rambu jalan, dan tikungan tajam ternyata juga menjadi penyebab kecelakaan.

  • Faktor alam

Selain ketiga faktor di atas, alam pun berperan dalam risiko terjadinya cedera kepala berat akibat kecelakaan. Keadaan hujan merupakan penyebab tersering terjadinya kecelakaan yang dapat berujung dengan cedera kepala berat. Sebanyak 82% kecelakaan terjadi pada saat hujan di tahun 2013.

Namun, tentu saja hujan tidak dapat Anda cegah dan salahkan ketika terjadi kecelakaan hingga cedera kepala berat. Faktor-faktor inilah yang bisa membuat pasien mengalami kecelakaan hingga cedera kepala berat.

Oleh karena itu, mematuhi tata tertib lalu lintas, berhati-hati dalam berkendara dan memohon lindungan dari Yang Maha Kuasa kemana pun Anda pergi penting untuk diperhatikan.