Tokoh Kesehatan yang Miliki Peranan Besar untuk Indonesia

Tokoh kesehatan Indonesia yang menginspirasi bukan hanya dari kalangan pria, namun juga wanita. Sebagian dari kamu mungkin sudah mengenal wanita-wanita tokoh kesehatan Indonesia. Tapi, ada 3 wanita tokoh kesehatan Indonesia yang harus kamu tahu.

tokoh kesehatan

3 Tokoh Wanita Kesehatan Indonesia yang Menginspirasi

Tenaga kesehatan menjadi profesi yang mulia. Tiga wanita ini telah membuktikan dedikasinya bagi dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Berikut ini ketiganya.

1. Nila Moeloek

Nila Moeloek adalah Menteri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Nila pernah memimpin Dharma Wanita Persatuan pada tahun 2004-2009. Lalu, sejak tahun 2007 ia juga menjabat sebagai Ketua Medical Research Unit Fakultas Kedokteran Indonesia. Nila juga pernah memimpin Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Yayasan Kanker Indonesia.

Bahkan, Nila juga melebarkan kiprahnya di kancah internasional, lho! Ia menjadi Anggota Dewan The Partnership for Maternal Child and Neonatal Health (PMNCH) yang bertugas menjalankan strategis Sekretaris Jenderal PBB, bagi Kesehatan Ibu dan Anak.

Lalu, ia menjadi anggota dewan penasehat EAT FORUM yang berfokus pada kesehatan, dan isu pangan. Bahkan, Nila juga pernah dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009, untuk Millennium Development Goals, yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan anak serta HIV-AIDS.

2. Siti Sumiati

Siti Sumiati merupakan wanita tangguh yang berprofesi sebagai bidan apung di Kepulauan Seribu. Ia memulai tugasnya sejak tahun 1971 lho! Meski fasilitasnya begitu terbatas, namun Sum tetap gigih dan semangat dalam melayani masyarakat. Sungguh menginspirasi bukan?

Ia menggunakan ojek kapal sebagai sarana transportasi untuk menjangkau masyarakat di sana.

Terkadang, ombak yang besar pun harus diterjang olehnya. Berkat jasanya, tingkat kematian ibu melahirkan di Kepulauan Seribu pun berkurang. Pada tahun 2008, Sum pun mendapat apresiasi dari World Health Organization (WHO). Ia juga pernah bercerita mengenai kisahnya pada Kongres Bidan Sedunia di Glasgow, Skotlandia.

3. Melly Budhiman

Melly Budhiman merupakan seorang psikiater anak. Ia sering menulis artikel tentang kesehatan anak Indonesia di berbagai media. Saat diminta untuk menulis tentang autisme, ia pun menyetujuinya.

Melly pun menjadi fokus pada anak-anak dengan sindrom autistik. Bahkan, ia dan rekan-rekannya mendirikan Yayasan Autisma Indonesia (YAI). Yayasan ini tidak bertujuan komersial, dan melayani kebutuhan anak-anak autis secara sukarela. Sungguh menginspirasi, ya!

Tangani Cedera Tendon Dengan Metode RICE

Tulang dan otot kita terhubung oleh sebuah jaringan yang bernama tendon. Ketika beraktivitas berat atau berolahraga, terkadang kita bisa melukai tendon kita sendiri sehingga terjadi cedera tendon.

cedera tendon

Pada cedera tendon, biasanya ditemukan tendon dalam keadaan robek atau putus. Mengapa demikian? Kerja tendon dapat dikatakan sangat berat. Beban yang ditanggung oleh tendon bisa mencapai 5 kali berat badan seseorang.

Tendon yang sering mengalami cedera yaitu tendon pada paha depan, tumit, bahu, dan juga lengan atas.

Mengatasi cedera tendon

Saat terjadi cedera tendon biasanya seseorang akan merasakan rasa sakit yang amat hebat. Bahkan bisa jadi seseorang tidak mampu menggerakan kaki atau tangannya tergantung bagian tendon yang cedera.

Namun, ada tips yang dapat Anda gunakan ketika Anda atau orang di sekitar Anda mungkin saja terkena cedera tendon. Metode ini disebut RICE.

Rest (Istirahat)

Istirahatkan bagian anggota gerak yang mengalami cedera tendon. Minimalkan gerakan pada daerah yang cedera.

Khusus pada cedera tendon paha depan, sebaiknya posisikan kaki lurus dengan lutut tidak tertekuk. Pada cedera tendon lengan atas, posisikan lengan atas menekuk 90 derajat.

Ice (Es)

Berikan es pada bagian yang nyeri. Bungkus es dengan kain atau plastik atau gunakan ice pack yang bisa digunakan berulang. Hindari kontak langsung es dengan tubuh karena dapat memperburuk kondisi cedera jika dibiarkan terlalu lama.

Compression (Kompresi)

Berikan penekanan pada daerah yang cedera dengan membalutnya menggunakan perban elastis. Pastikan tidak membalutnya terlalu ketat agar peredaran darah tidak terganggu. Biasanya tanda perban terlalu kencang adalah ujung jari mulai terlihat pucat atau penderita cedera tendon merasakan kesemutan setelah diperban.

Elevation (Elevasi)

Jika mungkin, angkat bagian yang terkena cedera tendon sampai lebih tinggi dari posisi jantung. Hal ini membantu mengurangi pembengkakkan pada daerah yang sakit.

Anda dapat menerapkan metode RICE ini di mana saja dan kapan saja Anda menemukan seseorang dengan kemungkinan cedera tendon. Penanganan awal yang tepat dapat meminimalisasi kerusakan tambahan saat menuju rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Awas! Salah Cara Sikat Gigi Bisa Membuat Abrasi Gigi

Abrasi gigi merupakan salah satu penyebab kondisi rusaknya jaringan keras pada gigi. Ketika terjadi abrasi gigi, maka gigi yang mengalaminya tidak dapat kembali seperti semula. Abrasi gigi terjadi akibat adanya kontak secara berulang dari benda asing atau zat pada gigi.

Abrasi Gigi

Salah satu benda yang dapat menyebabkan abrasi gigi adalah sikat gigi. Penggunaan sikat gigi yang salah dalam menggosok gigi bisa menjadi penyebab terjadinya abrasi gigi.

Menyikat gigi dengan benar akan mencegah abrasi gigi

Untuk menghindari cara menyikat gigi yang salah, berikut langkah-langkah menyikat gigi dengan benar.

  1. Letakan sikat gigi dengan sudut 45o terhadap gusi
  2. Secara lembut gerakan sikat gigi ke belakang dan ke depan
  3. Bersihkan bagian luar, dalam, dan bagian gigi yang digunakan untuk mengunyah
  4. Untuk membersihkan bagian dalam gigi depan, gerakan sikat gigi secara vertikal ke atas dan ke bawah secara lembut
  5. Terakhir, sikat lidah dari arah belakang ke depan untuk membersihkan lidah dari bakteri yang ada
  6. Gunakan benang gigi/ dental floss untuk membersihkan sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi

Selain cara menyikat gigi, kondisi sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan juga harus diperhatikan, seperti

  • Mengganti sikat gigi secara berkala

Ganti sikat gigi Anda secara berkala setiap 3-4 bulan sekali. Bulu sikat pada sikat gigi pada umumnya kan rusak dan tidak dapat membersihkan gigi Anda dengan maksimal.

  • Gunakan sikat gigi yang tepat

Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang halus. Sesuaikan ukuran sikat gigi agar sikat gigi dapat menjangkau gigi yang paling dalam.

  • Sesuaikan pasta gigi dengan kondisi gigi

Gunakan pasta gigi dengan kandungan Fluoride di dalamnya. Untuk Anda yang memiliki gigi sensitif, pastikan Anda menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif yang sudah banyak beredar di toko-toko yang ada.

Tentu saja Anda tidak mau membatasi senyuman Anda ketika bertemu seseorang atau saat berpose di kamera bukan? Jaga kondisi gigi Anda agar tetap percaya diri ketika tersenyum dan menampilkan gigi Anda.

4 Langkah Mudah untuk Merawat Kulit

Anda mungkin bisa dengan mudah mengetahui jenis kulit Anda dengan pengamatan sekilas. Apakah itu berminyak, kering, atau sensitif. Namun, apa Anda benar-benar mengetahui jenis kulit Anda? Mengetahui jenis kulit sangat penting untuk melakukan perawatan yang tepat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi masalah yang semakin buruk, seperti munculnya jerawat, kulit yang kering, dan masalah lainnya.

Tidak peduli apapun jenis kulitnya, Anda butuh perawatan rutin untuk kulit wajah. Ada 4 langkah dasar yang dapat dilakukan di pagi dan malam hari. Berikut yang dikutip dari situs kesehatan https://www.sehatq.com/

  1. Cleansing

Pilihlah pembersih yang membuat kulit Anda kencang setelah dicuci. Bersihkan wajah Anda tidak lebih dari dua kali dalam sehari, atau bahkan lakukan hanya sekali jika Anda tidak memakai riasan, keluar rumah, atau memiliki kulit kering. Hindari mencuci yang berlebihan, hal ini akan mengurangi minyak alami pada wajah.

  • Serum

Serum dengan vitamin C atau peptida akan lebih baik dipakai pada pagi hari, sebelum Anda mengoleskan tabir surya. Di malam hari, retinol dan retinoid bisa bekerja maksimal.

  • Pelembap

Kulit yang berminyak juga membutuhkan pelembap, tapi dengan dosis yang ringan, berbasis gel, dan tidak menghalangi pori-pori kulit. Sebagian besar produk perawatan kulit, memiliki label kandungan pada kemasan.

  • Tabir surya

Oleskan tabir surya setidaknya yang mengandung SPF 30,15 menit sebelum beraktivitas di luar rumah. Sebab, diperlukan waktu untuk mengaktikfkan tabir surya. Warna kulit yang gelap membutuhkan perlindungan lebih banyak terhadap sinar matahari karena hiperpigmentasi lebih sulit untuk diperbaiki.

Untuk semua jenis kulit, ada beberapa tips perawatan.

  1. Jaga kulit tetap lembap
  2. Ganti sarung bantal seminggu sekali
  3. Cuci rambut sebelum tidur
  4. Gunakan tabir surya setiap hari dan aplikasikan 15 menit sebelum keluar ruangan

Melakukan perawatan kulit harus diawali dengan hal yang dasar dan sederhana untuk melihat reaksi kulit Anda. Jika sudah nyaman, maka Anda dapat menambahkan produk lain, seperti masker eksfoliasi atau perawatan lain yang dapat membantu menyehatkan kulit Anda.

Lalu, bagaimana cara melakukan perawatan kulit yang bermasalah? Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah kulit tanpa merusak kulit Anda. Berikut adalah beberapa cara yang sudah terbukti secara ilmiah.

  1. Jerawat

Perawatan jerawat sebenarnya tergantung pada seberapa serius jerawat yang diderita. Perawatan kulit secara keseluruhan adalah langkah yang penting dalam mengobati jerawat. Namun untuk jerawat ringan Anda dapat menggunakan produk yang mengandung:

  • Asam salisilat
  • Benzoyl peroxide
  • Asam alfa hidroksi
  • Adapalene
  • Minyak pohon teh (tea tree oil)
  • Filament sebaceous

Adalah tabung kecil seperti silinder di pori-pori wajah yang berwarna kuning keputihan. Ini sering dianggap komedo. Padahal sebenarnya komedo adalah jenis jerawat yang teroksidasi. Filament ini dapat membuat pori-pori Anda terlihat besar dan menggoda Anda untuk mencabutnya dari kulit. Tetapi metode ini memiliki lebih banyak efek samping daripada manfaatnya. Perawatan kulit yang dapat dilakukan adalah dengan alat ekstraksii. Alat ini berupa logam kecil dengan lingkaran kecil di ujungnya.

  • Blemish, bekas luka, dan hiperpigmentasi

Noda, bekas luka, dan bintik gelap di wajah dapat berlangsung mulai dari beberapa minggu hingga enam bulan, sebelum akhirnya memudar. Lakukan perawatan segera untuk bekas dan noda luka dengan riasan atau tabir surya, untuk menghindari kerusakan lebih parah karena sinar matahari. Bahan-bahan ini dapat membantu memudarkan bekas luka:

  • Silikon
  • Madu
  • Vitamin C
  • Niacinamide
  • Asam retinoate

5 Produk Perangkat Rumah untuk Mempermudah Aktivitas Lansia

Apakah anda memiliki orang tercinta atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia? Bagi para lansia yang lebih memilih tinggal sendiri ataupun dengan keluarga, mereka membutuhkan perangkat rumah yang dirancang khusus untuk keselamatan mereka. Dengan adanya perangkat rumah ini, kegiatan sehari-hari mereka lebih mudah dan aman. Perangkat rumah ini tidak harus mahal, asalkan berkualitas dan tahan pakai. Berikut adalah 5 perangkat rumah yang mempermudah aktivitas lansia, yang bisa menjadi pilihan Anda.

Aktivitas Lansia
  1. Perlengkapan mandi
    Pastikan keselamatan saat mandi dengan menyediakan keset khusus area kamar mandi. Perangkat rumah ini bisa memberikan stabilitas saat lansia harus bergerak keluar atau masuk dari area basah kamar mandi. Pilih keset khusus kamar mandi yang antiselip. Ini penting, karena potensi jatuh di kamar mandi cukup tinggi. Bangku mandi juga diperlukan, sehingga para lansia bisa beristirahat saat mandi. Pilih bangku mandi yang memiliki sandaran dan pegangan tangan. Selain itu, Anda bisa memasang pegangan di dekat bathtub, berikut tangga kecil untuk mempermudah akses ke bathtub.
  2. Kebutuhan toilet
    Aktivitas sederhana seperti menggunakan toilet, bisa terasa sangat sulit bagi lansia. Oleh karena itu, pegangan tangan khusus toilet yang dipasang pada bagian kanan dan kiri toilet bisa sangat membantu pergerakan duduk dan bangkit para lansia.
  3. Peralatan memasak
    Dengan perangkat rumah yang tepat, kegiatan memasak tidak akan terasa sangat sulit lagi bagi para lansia. Pembuka makanan kaleng otomatis atau pembuka botol/stoples khusus adalah perlengkapan rumah yang mempermudah mereka tanpa harus selalu menunggu bantuan orang lain.
  4. Perlengkapan tidur
    Untuk seluruh usia, matras harus selalu selalu dalam kondisi prima, terutama untuk para lansia. Alas matras antiair bisa menjadi perangkat rumah untuk mengatasi terjadinya tumpahan air atau insiden kecil lainnya.

Tergantung pada kondisi lansia, perangkat rumah berupa pagar tempat tidur juga bisa menjadi produk yang sangat membantu untuk akses tempat tidur sekaligus mencegah potensi terjatuh. Beberapa produk pagar tempat tidur juga dilengkapi dengan saku atau kompartemen kecil untuk menyimpan benda-benda penting.

Perangkat rumah yang menggunakan teknologi dan dapat dipakai lansia bisa membantu keseharian mereka. Misalnya, alarm darurat untuk menghubungi anggota keluarga jika terjadi kecelakaan. Ada juga telepon khusus lansia dengan fitur angka dan huruf yang lebih besar, sekaligus menjadi alarm darurat. Beberapa perusahaan teknologi memang menciptakan produk dan perangkat rumah khusus lansia, mulai dari pencatat konsumsi obat hingga aplikasi mobil khusus penderita Alzheimer. Seperti yang dikutip dari situs SehatQ.com, semua kemudahan teknologi dan perangkat rumah tersebut memberikan manfaat bagi aktivitas dan hidup lansia yang lebih aman, sehat dan berkualitas.

Berbagai Gejala Penyakit yang Harus Diwaspadai Lansia

Seiring bertambahnya usia, sudah seharusnya gejala penyakit apapun yang muncul, tidak boleh diremehkan. Seringkali, lansia dan anggota keluarga yang lain masih mengabaikan gejala yang muncul. Seperti pusing, demam, atau sulit tidur nyenyak di malam hari.

kesehatan lansia by SehatQ.com

Patut diwaspadai, sebab gejala penyakit yang terlihat remeh, ternyata mengindikasikan masalah kesehatan serius. Berikut ini sejumlah gejala pada lansia yang harus diwaspadai dikutip dari situs kesehatan SehatQ.

  1. Nyeri di bagian dada
    Nyeri dada hanyalah salah satu dari sekian gejala serangan jantung. Jika lansia kerap merasakan gejala seperti sulit bernapas atau sering tersengal-sengal setelah berjalan kaki, hal ini kerap menjadi gejala penyumbatan arteri ke jantung atau iskemia koroner. Berkonsultasi dengan dokter bila Anda sering sesak napas atau mengeluh sakit di bagian dada setelah beraktivitas.
  2. Pendarahan setelah menopause
    Jika terjadi pendarahan setelah menopause, beberapa kasus dapat terindikasi sebagai kanker serviks. Sehingga, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa diatasi sejak dini.
  3. Disfungsi ereksi (DE)
    DE atau impotensi umumnya melanda pria di usia lebih dari 60 tahun. Selain mengurangi kualitas hubungan seksual, DE juga dapat diwaspadai sebagai gejala kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes dan lainnya.
  4. Sembelit
    Sembelit sebaiknya tidak diabaikan. Jika melanda lansia berumur lebih dari 50 tahun, sembelit merupakan gejala kesehatan yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari para lansia. Selain itu, sembelit dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit. Misalnya tumor, polip dan masalah usus.
  5. Feses berdarah atau berwarna hitam
    Warna feses atau kotoran dapat menjadi tanda kesehatan seseorang. Bila warna feses hitam atau berdarah, kemungkinan karena pengaruh obat tertentu. Selain itu, terdapat masalah pada saluran pencernaan.
  6. Payudara bengkak atau berubah warna
    Waspada jika terdapat gejala kesehatan pada lansia seperti payudara bengkak atau ada benjolan keras yang bisa berarti penyakit kanker payudara.
  7. Sulit tidur atau depresi
    Lansia kadang mengeluh sulit tidur. Orang tua kerap menghadapi stres dan depresi karena kehilangan pasangan, anak-anak yang sudah menikah dan mandiri, atau kesepian. Lansia dapat memperoleh bantuan dari ahli kesehatan mental untuk menangani masalah gangguan tidur atau depresi. Berbagai gejala kesehatan yang umumnya terjadi pada lansia, dapat diatasi. Namun, perlu pencegahan sejak awal dan mengenali gejala kesehatan agar lebih cepat ditangani ahli medis.
    Memeriksakan Lansia ke Dokter Secara Rutin
    Dokter akan sangat terbantu jika lansia dibawa ke rumah sakit secepatnya atau saat gejala-gejala penyakit masih belum terlalu serius. Untuk itu, selalu periksakan lansia atau anggota keluarga ke dokter secara berkala. Dokter akan memberikan obat dan perawatan yang dibutuh