Kita kerap melihat ada berita atau bahkan menyaksikan sendiri seseorang pingsan ketika merasa terlalu lelah. Contohnya pelajar yang pingsan ketika sedang mengikuti upacara bendera. Apa sih sebenarnya pingsan itu?

Pingsan adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran untuk sementara. Tentu saja, kondisi terjadi mendadak dan tidak bisa diprediksi sebelumnya. Faktor utama yang menyebabkan seseorang pingsan adalah kurangnya asupan oksigen ke otak.
Mari kenali lebih jauh mengapa seseorang bisa pingsan.
Penyebab pingsan
Berdasarkan penyebabnya, ada tiga kategori penyebab pingsan. Mereka adalah:
- Sinkop vasovagal
Ini adalah jenis pingsan yang terjadi karena ada penurunan detak jantung serta tekanan darah secara mendadak. Hal ini bisa terjadi manakala tubuh bereaksi berlebihan terhadap stres, pemicu emosional, neurologis, atau karena berdiri dalam jangka waktu terlalu lama.
- Sinkop sinus karotis
Kedua adalah penyebab pingsan yang terjadi karena arteri karotis pada leher mengerut atau mengencang. Ini bisa terjadi karena banyak hal, termasuk karena berlebihan saat memutar kepala dari satu sisi ke sisi lain atau ketika mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
- Sinkop situasional
Hal ini terjadi ketika seseorang terlalu tegang ketika mengejan, buang air kecil, batuk, atau karena ada masalah pencernaan
Selain tiga kategori penyebab pingsan di atas, ada beberapa penyebab lain seseorang bisa mengalami pingsan, di antaranya:
- Mengonsumsi obat untuk gangguan kecemasan, depresi, alergi, hipertensi
- Penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol
- Bernapas terlalu cepat
- Kurang kadar gula dalam darah
- Kejang
- Bangkit mendadak dari berbaring
- Tekanan darah turun drastis
- Dehidrasi parah
- Gangguan jantung
- Diabetes
Apabila seseorang memiliki beberapa faktor risiko di atas, ada baiknya selalu waspada karena dia bisa pingsan kapanpun tanpa diduga. Ketika merasa ada yang tidak beres dengan pingsan yang dialami, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter.
Ada pingsan yang terjadi sekali karena faktor eksternal seperti kelelahan, kurang tidur, atau kurang asupan cairan. Namun ada juga pingsan yang memerlukan perhatian khusus dari dokter. Jika demikian kondisinya, dokter akan meminta pemeriksaan elektrokradiogram atau EKG untuk mencatat aktivitas listrik di jantung. Ketika memeriksakan diri, sampaikan kepada dokter apa yang dirasakan sebelum pingsan. Jangan lupa sampaikan riwayat medis sebelumnya.